Sunday, April 22, 2018

Apresiasi Negara Tetangga saat Indonesia Berhasil Atasi Karhutla

Selama dua tahun berturut-turut, 2016 dan 2017, akhirnya Indonesia bisa membuktikan bebas bencana asap, yang biasanya terjadi secara berulang selama hampir dua dekade.

Tidak hanya menyelamatkan rakyat Indonesia dari derita asap, keberhasilan penanganan Karhutla juga membuat Indonesia mendapat apresiasi dari Negara tetangga, yang selama ini ikut menanggung dampak Karhutla karena asap sampai ke wilayah mereka.

''Biasanya tahun 2015, setiap ketemu dengan PM Singapura, PM Malaysia, pasti komplain yang masuk ke saya soal asap. Pasti,'' kata Presiden Jokowi saat memberikan arahan pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2018, di Istana Negara, Selasa (6/2).

Namun kondisi tersebut sudah berbeda. Kini para pemimpin Negara tetangga, memberikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan Pemerintah Indonesia mengatasi Karhutla.

''Kemarin bertemu terakhir di India, dua orang Perdana Menteri sudah salami kita,'' ungkap Presiden Jokowi.

Dilanjutkan Presiden, kedua Petinggi Negara tadi sempat mengajukan pertanyaan, apakah tahun 2018 ini nantinya Indonesia bisa tetap mempertahankan keberhasilannya mengatasi Karhutla? Ia pun menjawab memberi jaminan Karhutla tidak akan terulang lagi seperti tahun-tahun terparahnya dulu.

''Saya sudah ngomong, saya jamin. (Jadi) begitu ada asap, muka kita ditaruh di mana?,'' kata Jokowi kembali mengingatkan.

Lompatan kemajuan penanganan Karhutla selama masa pemerintahan Jokowi, memang sangat signifikan. Jumlah titik api atau hotspot, bisa berkurang hingga lebih 90 persen. Berbagai upaya telah dilakukan, khususnya oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Tidak hanya melalui operasi terpadu, namun juga melalui berbagai kebijakan dan penegakan hukum lingkungan yang konsisten.

Berbagai capaian keberhasilan penanganan Karhutla ini kata Presiden, harus diketahui masyarakat. Bukan untuk dipamerkan tapi sebagai pengingat.

''Kita ingatkan, betapa 2015 dan sebelumnya, 18 tahun data yang saya miliki, tiap tahun (Karhutla) selalu berulang-ulang. Ini bisa dicegah kalau kita kerja bersama,'' tegas Presiden Jokowi.

Untuk itu selain setrategi dan kerja terpadu semua unsur, juga diperlukan kecerdasan dalam mengatasi masalah Karhutla di lapangan. Ia mencontohkan yang dilakukan Aipda Anang di Banjarmasin, Kalsel, yang memodifikasi sepeda motornya dengan selang air untuk bisa mengjangkau lokasi titik api yang sulit.

''Saya percaya, kecerdasan lapangan ini bisa dilakukan oleh Pemprov, Pemkot, TNI-Polri, dengan adaptasi daerah masing-masing, karena kondisi di daerah pasti berbeda-beda,'' katanya.

Indonesia tahun 2018 akan menjadi tuan rumah Asian Games, lokasinya di Jakarta dan Palembang. Presiden Jokowi mengingatkan agar jangan sampai perhelatan akbar tersebut terganggu masalah Karhutla.

Perkiraan BMKG, kemungkinan terjadi penurunan hujan baru dimulai Juni. Menurut Presiden Jokowi ini harus benar-benar jadi catatan, karena pada beberapa daerah rawan Karhutla kemungkinan musim kemarau terjadi lebih awal, dimulai dari bulan April.

''Saya minta ini jadi catatan. Persiapan harus segera dimulai. Jangan tunggu kejadian baru bergerak,'' tegasnya.(*)


























 

 

Website dibuat oleh NiagaWebsite.com