Tuesday, June 27, 2017

Perspektif RUU Desa

Dalam konstitusi UUD 1945, tentang desa bercampur aduk pengertiannya dengan satuan masyarakat hukum adat. Sejarah ratusan tahun sebelum Indonesia merdeka, menunjukan bahwa masyarakat hukum adat sudah dikenal sejak lama. Van Vollenhoven, dalam bukunya tahun 1865 menulis, ada tiga golongan terbangun dalam masyarakat hukum adat, yaitu Parlemen (staaten generaal), Pamong Praja, serta Gereja Protestan dan yuris. Beberapa referensi masyarakat adat yang ada, terkait dengan peradilan dan kitab hukum daerah kerajaan Jawa, ditulis oleh R. de Filiaz Baousquet, sebelum 1850-an; juga tentang milik tanah di Pulau Jawa, ditulis oleh Keyzer (1858); tentang penyalahgunaan adat oleh residen ditulis oleh Mijer tahun 1857. Ada juga tulisan-tulisan tentang agraria di Jawa yang ditulis oleh Sollewijn Gelpke, 1979-1885, serta mengenai Minahasa ditulis oleh Graafland tahun 1867 dan mengenai Sumatra Tengah ditulis oleh Wilken dan Liefrink tahun 1881-1903.

Desa-desa di Indonesia, berkembang dari masyarakat hukum adat menjadi masyarakat hukum desa, masyarakat hukum wilayah (persekutuan desa, contohnya Kuria Mandailing atau Huta-marga Sumsel) serta masyarakat hukum serikat desa (perserikatan desa, contoh perserikatan Huta-huta di Tapanuli). Yang menarik dalam catatan sejarah tersebut, bahwa segala aktivitas berpusat di kepala desa. Kepala desa juga adalah kepala adat (adat hood). Kepala desa dianggap bapak masyarakat, dan tahu peraturan adat. Aktivitas desa utamanya terdiri atas - urusan tanah, tertib sosial dan tertib hukum. Uniknya, usaha penyelenggaraan hukum untuk memulihkan tata tertib sosial dan tata tertib hukum serta keseimbangan ditengah masyarakat tersebut, berlangsung menurut ukuran-ukuran yang bersumber pada pandangan yang religio-magis.

Sekarang, ciri desa yang digambarkan, berbeda-beda, yaitu menjadi : daerah pedesaan, lingkungan komunitas, satuan pemerintahan, sumber kekuatan dan ketahanan bangsa dalam merebut kemerdekaan, sumber perekonomian (rejim pembangunan pertanian), kantong keaslian, kemurnian, ketenangan, kedamaian, serta sumber kesegaran alami. Pada perkembangan selanjutnya juga telah dilakukan penyeragaman sistem pengurusan desa/pemerintahan desa dengan UU Nomor 5 Tahun 1979.
Dengan posisi itu, Kepala Desa cenderung lebih sebagai alat pemerintah daripada alat masyarakat. Pemerintah desa dalam menjalankan pelayanan masyarakat tidak sempurna. Jasa pelayanan tidak jelas apakah diberikan oleh pusat, provinsi, kabupaten/kota atau desa. Padahal pemerintahan desa adalah simpul untuk membangun kepercayaan rakyat kepada pemerintah. RUU Desa seharusnyalah menjawab itu semua dan wakil rakyat yang sangat paham tentang habitat konstituennya akan dapat menghimpun potongan-potongan sejarah dimaksud untuk kepelruan pembahasan RUU tentang Desa; karena ikatan sejarah ini (historical bound) inilah yang antara lain akan semakin memperkuat legitimasi negara.
Siti Nurbaya Bakar

Terms of The Day

  • Constitution   Fundamental and entrenched rules governing the conduct of an organization or nation state, and...
  • Government   A group of people that governs a community or unit. It sets and administers public policy and...
  • Security   The prevention of and protection against assault, damage, fire, fraud, invasion of privacy, theft,...
  • Consumer Price Index (CPI)   A measure of changes in the purchasing-power of a currency and the rate of inflation. The consumer...
  • Risk   A probability or threat of damage, injury, liability, loss, or any other negative occurrence that...
  • Quality   In manufacturing, a measure of excellence or a state of being free from defects, deficiencies...
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

Kegiatan Siti Nurbaya

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  • 31
  • 32
  • 33
  • 34
  • 35
  • 36
  • 37
  • 38
  • 39
  • 40
  • 41
  • 42
  • 43
  • 44
  • 45
  • 46
  • 47
  • 48
  • 49
  • 50
  • 51
  • 52
  • 53
  • 54
  • 55
  • 56

Gallery Video

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9

Semua Artikelku Untukmu

Wawancara & Kolom

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9