Thursday, June 21, 2018

Birokrat Untuk Stabilitas Nasional

1. PENDEKATAN

Dalam melakukan pengamatan dengan stabilitas nasional Indonesia, hal yang menjadi acuan dasar ialah tujuan bernegara sebagaimana tertuang didalam Pembukaan† UUD 1945.† Beberapa referensi juga bisa diangkat† seperti menurut US Institution for peace bahwa tujuan akhir dari sebuah negara akan meliputi :† Safe and secure environment, Rule of Law, Stable governance, Sustainable economy, dan Social Well being.

Referensi lain dari† Bruce Giley dalam buku The Right to URle, How STates Win and Lose Legitimacy (2009)† bahwa tujuan akhir dari suatu† pemerintahan akan meliputi : external security,†† internal order,††† general welfare,†† freedom† dan†† justice† .

2. PENGUKURAN STABILITAS

Bagi Indonesia, membicarakan stabilitas nasional seperti membawa pada pemikiran kembali kepada langkah-langkah represif pemerintah kepada rakyat, padahal tidak. Seharusnya pemahaman akan stabilitas bisa diartikan dalam coverage yang menyeluruh untuk mencapai tujuan† bernegara dan untuk kebahagiaan rakyat. Oleh karena itu, subyek stabilitas negara, seharusnya merupakan ruang yang luas dibahas. Beberapa referensi dapat dilihat sebagai berikut :

Referensi† dari† US Institution For Peace† menguraikan tentang Stabilitas nasional dengan ciri-ciri : secure environment, rule of law, stable governance,† sustainable economy and† social well being.

1) Secure Environment : Ability of the people to conduct† their daily lives without fear of† systematic or large scale of violence. †
Secara rinci†† diuraikan pada elemen-elemen† SAFE AND SECURE ENVIRONMENT : Cessation of Large-Scale Violence, Public Order, Legitimate State Monopoly Over the Means of Violence, Physical Security dan† Territorial Security Lawfulness.

2) Rule of Law : Ability of the people to have equal access to† just laws and trusted system† of justice that† that holds all persons† accountable, protects their human rights and ensures their safety and security.
Secara rinci†† diuraikan pada elemen-elemen†† RULE OF LAW : Just Legal Frameworks, Public Order,† Accountability to the Law,† Access to Justice dan† Culture of Lawfulness

3) Stable governance : Ability of the people to share, access or compete for power through nonviolent political process and to enjoy the collective benefits and services of the state.
Secara rinci†† diuraikan pada elemen-elemen† STABLE GOVERNANCE : Provision of Essential Services,† Stewardship of State Resources,† Political Moderation and Accountability, Civic Participation and Empowerment,† Public Order dan† Accountability to the people.w
ē Access to Justice

4) Sustainable economy : Ability of the people to pursue opportunities for livelihoods within a system of economic governance† by law
Secara rinci†† diuraikan pada elemen-elemen† SUSTAINABLE ECONOMY :† Macroeconomic Stabilization, Control Over the Illicit Economy and Economic-Based Threats to Peace, Market Economy Sustainability† dan†† Employment Generate o

5) Social Well being Ability of the people to be free from want of basic needs and coexist peacefully in communities with opportunities for advancement

Secara rinci†† diuraikan pada elemen-elemen†† SOCIAL WELL-BEING : Access to and Delivery of BasicNeeds Services,† Access to and Delivery of Education† Return and Resettlement of Refugees and InternallyDisplaced Persons dan† Social Reconstruction Just

Pengertian dan† agenda operasional stabilitas juga† tampak berciri situasional, sebagaimana diperlihatkan oleh contoh ketika Amerika Serikat memproyeksikan† stabilitas di Irak, yang diidentifikasi dengan† ciri-ciri sebagai berikut : 1) Political Stability yang meliputi : National Unity, Political Commitments, Government Reform† dan† International Issues : 2)† Economic Activity, yang meliputi unsur-unsur† Budget,† Indicators of Economic activities, Energy, Agriculture† dan† Essential Services; 3) Security Environment† dnegan unsur-unsur Overall assessment of the security environment, Trends of violence, Security assessment by regions dan Public views of security

Begitu pula secara situasional, ketika pemerintah Amerika Serikat harus membicarakan mengenai stabilitas kepada† Kongres† yang tergambarkan pada Report to US Congress 2006† mengenai stabilitas nasional dengan unsur-unsur : 1) Free governing : national reconciliation and† management of transition, Regional Engagement, Legislative action : executive procedures, investment laws, , constitutional review, natural resources, International contract,† Agenda institusional, Efektitvitas Enforcement† dan† Pengendalian Korupsi.

Kita juga perlu melihat pola Austria yang saya amati secara langsung pada studi† Agustus 2009 di Wina,† menyangkut ketahanan nasional. Konsep stabilitas nasional menurut Austria meliputi : 1)† Probability to be broken down† or probability to be survival (Risk, Danger, Chance and† Uncertainties); 2)† Continuous aspect :† Actors (enterprise, civic associations) , optimistic view; 3)† Cognitive : norms,† original causes, trends, outcomes; 4) Operational : peaceful transfer of power; 5) Economic condition : inflasi, unemployment, oil production, electricity generation, water and sanitation, nutrition and social safety net.

3. POTRET INDONESIA

Untuk potret Indonesia, yang kita lihat† pada kondisi saat sekarang yang saya collect dari diskusi-diskusi† FGD Ikatan Alumni Lemhannas dan diksusi perorangan serta dari pengamatan melalui infromasi juga dari pengamatan langsung dari Senayan terkait tugas saya sehari-hari, beberapa kondisi†† dapat digambarkan antara lain (pada September 2011- Oktober† 2012).
  • Sudah ada penataan antar cabang kekuasaan negara , namun alat-alat kelengkapan negara mengalami disorientasi† dalam akselerasi tercapainya tujuan negara. Ada ketidak stabilan sistem menyangkut sistem presidensialisme dan sistem keparlemenan yang majemuk. Perlu dilakukan re-design alat-alat kelengkapan negara. Kinerja pemerintah seharusnya lebih baik 2009-2014 daripada 2004-2009 dan seharusnya periode 2004-2009 lebih stabil daripada 1999-2004.
  • Masyarakat membentuk komunitas sendiri, terjadi† fragmented† orientasi. Kekuatan keanekaragaman budaya bangsa belum dipakai sebagai senjata ampuh untuk mengelola negeri ini. Sikap mental menerima keragaman masih jadi masalah. Tawuran pelajar dan antar kampung. Faktor disintegrasi mengkhawatirkan.
  • Parpol belum berperan untuk rakyat. System pemilihan anggota Dewan bermasalah. Perlu dilihat aspek-aspek political recruitment, political capability. Politik uang membuat galau, kelas menengah mulai apatis dengan dunia politik. Koalisi parpol tidak efektif, politik saling menyandera. Demokrasi bercirikan sentralistik Jakarta, cara ini tidak fit dengan realitas masyarakat. Stabilitas† kerap diartikan† dengan tidak adanya kegaduhan politik. Liberalisasi sektor undang-undang dan liberalisasi media†
  • Sudah ada perhatian pada pembangunan hukum. Perlu diarahkan pembangunan hukum pada struktur, substansi dan budaya hukum. Sudah banyak konvensi diratifikasi terkait HAM, hak sipil dan politik, ekonomi dan budaya† rakyat. Stabilitas sangat erat terkait dengan legal culture, dan† masih banyak masalah.
  • Ada ciri disorientasi secara keseluruhan, dimana issue korupsi menjadi panggung kekuasaan politik. Penyakit korupsi† dan issu korupsi yang selalu mendominasi bangsa. Banyak dibentuk lembaga-lembaga baru namun tidak mengurangi praktek korupsi
  • Sedang berlangsung† sekaligus terjadi demokrasi politik, demokrasi pemerintahan dan kapitalisme Ėliberalisme.
  • Ada tiga† syarat† minimum stabiliats ekonomi : pertumbuhan secara benar, sector keuangan yang terintegrasi antar wilayah, dan policy pemerintah dalam anggaran.
  • Kesenjangan antar wilayah dan antar golongan masyarakat masih tajam.† Percepatan pembangunan daerah masih berorientasi makro. Masalah kemiskinan dan desa ditinggalkan. Tidak tampak langkah-langkah konsolidasi sumberdaya politik untuk mengatasi kesenjangan wilayah. Kebijakan yang keluar dari pemerintah paradoks dengan† konsensus otonomi daerah.
  • Ekonomi dikuasai asing . Agenda masih tambal sulam seperti CSR, BLT. Pengelolaan sumberdaya alam dan daerah† penghasil khususnya Papua masih banyak masalah. Disisi lain, kemerosotan lingkungan dan† kebijakan pengelolaan pertambangan dirasakan bermasalah.††
  • Potret ekonomi tidak buruk sebetulnya, ada pengaruh posisi G20, sehingga Idnonesia di mata dunia cukup† baik dan promising.† Sebagai gambaran APBN tahun 2001 saat dimulainya otonomi daerah senilai† 350 tirliun,† tahun 2004 senilai† 374 triliun† dan tahun 2009 senilai 1037 triliun.† Tahun 2013 diproyeksikan APBN senilai 1658 tirliun.† Dari gambaran tersebut komposisi dana untuk masyarakat dan daerah pada tahun 2010† sebesar† 683 triliun dari APBN sebesar 1047 triliun; dan untuk tahun 2013 diproyeksikan dana untuk masyarakat dan daerah sebesar† sebetulnya cukup besar dengan nilai† 1147 triliun dari total APBN sebesar 1658 triliun. Sayangnya, visualisasi untuk hal tersebut tidak† dapat dipahami† dengan baik† oleh masyarakat† luas, dan tidak tampak secara fisik hasilnya.† Disini ada masalah dalam hal governance sistem.
  • Perlu satu paket antara design good policy, dan allocate good budget. Beberapa sektor penting yang memerlukan perhatian khusus seprti pertanian yang menyerap tenaga kerja paling besar. Sektor tranportasi dan komunikasi dalam rangka menuju logistic management Indonesia sebagai archipelagic country dan dengan† memperhatikan Indonesia sebagai negara maritim juga menjadi sangat penting. Disisi lain† ketenaga kerjaan perlu sangat† hati-hati† berkenaan dengan beban yang dipikul oleh buruh, juga terkait dengan sistem outsourcing yang diintroduksi oleh pemerintah melalui UU ketenaga-kerjaan yang sudah diuji materikan ke MK.

4.† BIROKRAT UNTUK† INDONESIA ?

Intinya, disini ada persoalan dalam hal governance, yang seharusnya† bisa direncanakan dan dievaluasi serta divisualisasikan secara terukur dan terang bagi rakyat. Beberapa† hal terukur yang perlu dielaborasi untuk pemerintahan ke depan, dapat didekati dari†† ciri-ciri governance yang universal, yaitu :† voice and acocuntablity, absence of violence, gvenrment effectiveness, regulatory quality, ruel of law dan corruption control (World Bank, 2009).

Disisi yang lain† adalah mutlak untuk memperkuat posisi dan tidak membiarkan penggerusan† terjadi pada semua unsur sumber-sumber legitimasi negara yang meliputi (Bruce Gilley, 2009)† : 1) particularistic (vary across to time and space, historical bound† concept);† 2) sociological (positive feelings† about the state and making governance efficient in large state); 3)developmental (organization, production,† distribution of material well being); 4.democratic (human rights,† meaning civil, political, physical† and social rights)† dan 5) bureaucratic (strength and effectiveness of† state institutions, regime† durability).

Dalam hal ini, dapat diidentifikasi dari sumber-sumber kekuatan legitimasi negara tersebut sangat besar peran birokrasi sebagai kekuatan† operasional penyelenggaraan negara, termasuk dalam keseharian memberi pengaruh serta simbolik kepada rakyat. Jadi sangat penting untuk memperhitungkan keberadaan birokrat untuk kontribusi stabilitas nasional kita.


Move
-

Terbaru dari Siti Nurbaya

Top Headline
KLHK Lakukan Patroli Sampah di Jalur Mudik

 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus berupaya melakukan edukasi pemudik terutama yang menggunakan jalur darat untuk ramah lingkungan. Edukasi dilakukan dengan melibatkan Pemda, Jasa Marga, dan Polres melakukan patroli sampah di sepanjang jalur mudik.

"Tujuan edukasi mengajak masyarakat ikut mengelola sampah secara benar. Polanya tim KLHK bersama tim Jasa Marga/jasa marga properti, serta tim Dinas LH bersama-sama dalam patroli di jalur mudik," ungkap Menteri LHK Siti Nurbaya, Senin (18/6/2018).

Ia telah menugaskan Direktur Jenderal Pengolahan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, mengawal langsung langkah ini di lapangan.  Rapat-rapat dengan Polres, Dinas LH dan Jasa Marga dilaksanakan.
Beberapa catatan telah diberikan setelah Menteri Siti langsung melakukan peninjauan ke beberapa rest area jalan tol Jakarta-Cikampek pada H-2 Idul Fitri lalu.

"Koordinasi terus dilakukan Dirjen dan Direktur. Patroli sampah bersama akan dilaksanakan pada tempat-tempat rest area dan juga sepanjang jalan tol pada lokasi-lokasi spontan tempat masyarakat berhenti dan istirahat," kata Menteri Siti.

Pola ini nantinya terus dilakukan secara konsisten, dengan harapan perlahan bisa membentuk budaya bersih di kalangan masyarakat. Terlebih lagi pemerintah butuh dukungan serius untuk mewujudkan target ambisius Indonesia bebas sampah 2020.

Kesadaran dan upaya 3R (Reduce, reuse, recycle atau pembatasan, guna ulang, dan daur ulang) patut ditingkatkan di masyarakat. Hal ini penting sekali untuk bisa merefleksikan bahwa kita bisa punya budaya yang lebih baik, budaya bersih dan sehat. Read More...

Hari Raya Kedua, Menteri LHK Pantau Karhutla dari Udara

 Meski masih dalam suasana libur lebaran, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar sudah langsung turun ke lapangan memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Selain mengawasi laporan Karhutla setiap hari, saya kemarin memantau penanganan Karhutla dengan melakukan flyover ke beberapa daerah," kata Menteri Siti, Minggu (17/6/2018).

Pemantauan lewat udara yang dilakukan pada akhir pekan, atau hari kedua Idul Fitri ini meliputi beberapa titik rawan karhutla di wilayah Sumatera.

Menteri Siti mengucapkan terimakasih atas dedikasi anggota Manggala Agni KLHK, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan jajaran terkait lainnya yang bahu membahu tanpa kenal lelah mengatasi Karhutla di musim kemarau seperti saat ini.

"Meski masih dalam suasana libur lebaran, namun tim lapangan ini tetap bekerja keras menjaga Indonesia bebas bencana asap. Saya sangat berterimakasih pada mereka," katanya.

Dalam beberapa hari ini kata Menteri Siti, Daops Manggala Agni intens melakukan pemadaman Karhutla di Aceh Selatan, dibantu Manggala Agni Daops Sibolangit.

"Alhamdulillah titik api sudah mati. Karhutla di Ketapang, Kalbar, juga berhasil diatasi. Namun begitu Daops Manggala Agni tetap saya minta waspada," katanya.

Tim udara sudah standby di beberapa Provinsi rawan, khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Per tanggal 16 Juni 2018, sudah ada 17 unit helikopter water boombing siaga di 4 Provinsi yang telah menetapkan status darurat. Heli yang sudah siaga merupakan unit dari KLHK, BNPB, TNI AU, dan pihak swasta lainnya.

Adapun water boombing yang telah dilakukan,...

Read More...
Penjelasan Menteri LHK Terkait Upaya Penyelamatan Satwa Orangutan

 Terkait beredarnya video Orangutan Kalimantan yang menjadi pembicaraan di media sosial, serta reaksi masyarakat yang melaporkan hal tsb ke akun medsos saya, berikut beberapa penjelasan mengenai hal tsb:

1. Saya ucapkan terimakasih atas perhatian masyarakat yang mempertanyakan perihal beredarnya video ini. Kepedulian masyarakat dengan nge-tag ke akun medsos, saya nilai sebagai bentuk kepedulian kita bersama terhadap lingkungan hidup lestari beserta habitat yang ada di dalamnya. Saya apresiasi sebagai bentuk kecintaan kita pada Indonesia.

2. Video tersebut bukanlah video baru melainkan sudah beredar sejak tahun 2013. Dimasa itu dan masa-masa sebelumnya, penggarapan izin di lahan gambut masih berjalan.

Namun sejak saya menjabat sebagai Menteri LHK, dan pasca kebakaran hutan dan lahan yang begitu hebat pada tahun 2015, melalui Instruksi Presiden telah dilakukan moratorium izin di seluruh kawasan gambut. Pemulihan ekosistem gambut sangat mendesak dilakukan, salah satunya karena sangat rentan terbakar.

Alhamdulillah, dengan berbagai regulasi, kerja keras semua pihak, dan penegakan hukum, Indonesia akhirnya pertama kali setelah hampir dua dekade, merasakan bebas bencana Karhutla secara Nasional. Indonesia juga selama 2,5 tahun terakhir, tidak lagi menjadi negara 'pengekspor' asap ke negara tetangga.

3. Lanskap Sungai Putri di Kabupaten Ketapang, provinsi Kalimantan Barat, yang menjadi lokasi dalam video yang beredar, merupakan salah satu konsentrasi wilayah gambut yang menjadi perhatian utama KLHK, karena disini masih menjadi 'rumah' bagi habitat Orangutan, satu dari 25 spesies prioritas yang dipantau...

Read More...
Arti Penting WTP Bagi Menteri LHK Siti Nurbaya

 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan tahun 2017. Opini tertinggi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI ini memiliki arti penting bagi Menteri LHK Siti Nurbaya.

Menurutnya WTP mengandung tiga hal. Pertama, tidak melanggar hukum. Kedua, tidak ada transaksi tersembunyi. Ketiga, tertib anggaran dan tertib administrasi.
 
''Jadi kalau tidak  WTP berarti ada yang salah atau kurang dari hal-hal tersebut pada pekerjaan yang dilakukan,'' kata Menteri Siti di Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Capaian opini WTP ini kata Menteri Siti sangat berarti buat birokrasi. Termasuk buat Menteri yang mengemban fungsi politik eksekutif.

Diantaranya meliputi fungsi simbolik dengan membangun kepercayaan rakyat, fungsi decission making atau pengambilan keputusan, fungsi birokrasi yang memimpin seluruh jajaran birokrat, fungsi populis dengan memperhatikan dan melakukan hal-hal yang menjadi perhatian rakyat, serta fungsi krisis, yakni melangkah cepat dan tepat pada kondisi krisis.


Ia kembali mengingat ketika menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPD RI. Saat itu hanya ada tiga lembaga yang meraih WTP, salah satunya tempat ia bertugas.

Kini raihan WTP berhasil pertama kali didapat KLHK, setelah penggabungan dua kementerian yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan.


''Jadi sekali lagi, buat saya, WTP ini sangat berarti. Terimakasih untuk kerja keras seluruh jajaran KLHK,'' tegasnya.

Sementara itu, Sekjen KLHK Bambang Hendroyono mengatakan raihan WTP ini tidak terlepas dari berbagai...

Read More...
HLH di Ramadan, Menteri LHK: Saatnya Adil pada Lingkungan


Setiap tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup se-Dunia. Tahun ini tema utama yang diangkat mengendalikan sampah plastik. Negara-negara di dunia termasuk Indonesia menabuh genderang gerakan bersama mengatasi sampah yang sulit terurai dan mengancam lingkungan hidup ini.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar mengatakan upaya 3R (Reduce, reuse, recycle atau pembatasan, guna ulang, dan daur ulang) patut ditingkatkan demi menjaga alam.

''Hari lingkungan hidup yang bertepatan di bulan Ramadan hendaknya jadi momentum penambah semangat kita, untuk berperilaku adil terhadap lingkungan,'' tegasnya dalam sambutan HLH 2018 di Jakarta, Selasa (5/6).

Dalam sambutan yang juga dibacakan serentak ke unit kerja KLHK di seluruh Indonesia, Menteri Siti mengatakan perlu upaya bersama dan kolaborasi semua pihak, pemerintah/Pemda, masyarakat dan dunia usaha untuk mengendalikan sampah plastik.

Komposisi sampah plastik di Indonesia saat ini sekitar 16 % dari total  timbulan sampah secara nasional. Sementara  komposisi sampah  plastik  di  kota-kota  besar seperti Jakarta,  sekitar  17 %. Sumber utama sampah plastik berasal dari kemasan (packaging) makanan dan minuman, kemasan consumer goods, kantong belanja, serta pembungkus barang lainnya.

Dari total timbulan sampah plastik, yang telah  didaur ulang diperkirakan  baru 10-15% saja. Selain itu 60-70 % ditimbun di TPA, dan 15-30 % belum terkelola dan terbuang ke lingkungan terutama lingkungan perairan seperti sungai, danau, pantai dan laut.

Diperlukan kebijakan dan setrategi yang tepat dengan tujuan akhir melaksanakan pembangunan...

Read More...
Ingin Melapor ke Menteri LHK? Bisa via Medsos Saja


Berdasarkan data terakhir Tetra Pak Index (2017), jumlah pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 132 juta, dan 40 persen diantaranya pengguna aktif media sosial. Jumlah ini terus mengalami peningkatan signifikan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, sangat menyadari kekuatan medsos. Menurutnya sekarang setiap warga negara bisa menjadi sumber dan penyampai berita, terlepas apakah berita itu benar atau tidak untuk disampaikan kepada yang lain.

''Karenanya diperlukan respon cepat pemerintah terutama menghadapi isu yang berkembang di lapangan. Karena jika tidak, berita yang tidak benar atau hoax justru dipercaya menjadi kebenaran,'' kata Menteri Siti dalam rilis yang disampaikan ke media, Jumat (1/6/2018).

Pentingnya keberadaan medsos ini diangkat KLHK dalam pertemuan diskusi rutin Green Ramadan, sehari sebelumnya. Pada kesempatan ini Menteri Siti ikut hadir dalam acara yang mengangkat tema 'Media Sosial untuk Indonesia Hijau'.

''Dengan luas hutan Indonesia mencapai 126 juta ha serta masalah lingkungan termasuk udara, tanah dan air di seluruh wilayah Indonesia yang begitu luasnya, tentu keberadaan medsos sangat membantu kerja kami,'' kata Menteri Siti.

Saat ini seluruh unit kerja di KLHK telah memiliki akun media sosial. Semuanya saling terhubung, bekerja sama untuk mensosialisasikan program dan kinerja pemerintah. Selain itu juga menerima laporan-laporan dari netizen terkait temuan di lapangan.

''Setiap hari selalu ada tautan dari akun masyarakat ke medsos saya tentang laporan kejadian lingkungan maupun kegiatan masyarakat seputar...

Read More...
Delicious! Kuliner Lezat dari Hasil Hutan

 Ada yang berbeda jelang buka puasa di lingkungan Manggala Wanabakti, Senin (28/5/2018). Jika biasanya lobi utama gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan diisi dengan kegiatan perkantoran, kali ini justru riuh dengan demo masak.

Chef Yulia Zenith dan Chef Surya Caesar menunjukkan keahlian mereka mengolah masakan lezat dari hasil hutan Indonesia.

Di antaranya kuliner Choco Forest, Choco Nutty Log cake yang berbentuk pohon, minuman Silva Pesona dan Sup Hutan Nusantara. Semuanya berasal dari tanaman hasil hutan, salah satunya buah cokelat. Hmm...delicious!

"Semoga tidak ada yang batal puasa karena melihat demo masakan dari para chef ini," canda Menteri Siti saat membuka acara Green Ramadan yang mengangkat tema 'Hutan Sehat, Kuliner Murah'.

Green Ramadan merupakan acara 'ngabuburit' ala KLHK yang rutin digelar setiap Senin dan Kamis selama bulan puasa. Pada kesempatan ini digelar diskusi berbagai tema dan berlangsung secara terbuka.

Sejumlah bintang tamu turut meramaikan acara yang dirangkai dengan buka puasa bersama Menteri LHK Siti Nurbaya dan jajarannya.

Hadir juga penyanyi dan aktivis lingkungan Oppie Andaresta,  Putri Pariwisata 2017 Astira Intan Vernadeina,  Miss Earth Indonesia 2017 Michelle Victoria Airiani dan salah satu perwakilan dari Majalah Kartini Intan Mahalia.

Acara ini juga dimeriahkan sejumlah kuis dengan hadiah utamanya jalan-jalan ke Taman Nasional gratis. Turut hadir ratusan pecinta kuliner tanah air dan aktivis lingkungan serta masyarakat

"Semoga ini menjadi pendorong gaya hidup sehat dengan berkuliner murah dari hasil hutan yang pada...

Read More...
Permasalahan Tanah Dalam Kawasan Hutan Akan Diselesaikan


Menteri Lingkungan Hidup Kehutanan, Siti Nurbaya, menghadiri Rapat Koordinasi Tim Percepatan Peraturan Presiden Nomor 88 tahun 2017 tentang Penyelesaian Permasalahan Tanah dalam Kawasan Hutan (PPTKH) di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta (25/05).

Dalam Rakor tersebut, Menteri Siti bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution, membahas rencana rapat kerja dengan 26 provinsi yang telah membentuk tim inventarisasi dan verifikasi untuk pelaksanaan PPTKH.

"Pada kesempatan ini saya menjelaskan mengenai Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) dan Perhutanan Sosial (PS) sebagai bagian terintegrasi dengan upaya tersebut. Saya melaporkan progresnya dan rencana pilot project implementasi TORA di beberapa provinsi", ujar Menteri Siti.

Selain itu, Menteri Siti juga menerangkan kepada para peserta rapat, bahwa sebanyak 264 ribu hektar areal transmigrasi (umum, yang lama) sudah siap untuk disertifikatkan, termasuk beberapa daerah yang telah mendapatkan pelepasan dari kehutanan.

"Direncanakan awal Juni akan dilaksanakan rapat kerja bersama Gubernur, yang dipimpin oleh Menko Perekonomian, bersama-sama dengan Mensesneg, Mendagri, Menteri ATR/BPN, dan KSP, untuk pembahasan lebih lanjut", pungkas Menteri Siti.(*) 












  

Read More...
Bantu Pemerintah, Menteri LHK Apresiasi Pemulung


Kekuatan utama pengelolaan sampah ada pada masyarakat. Diperlukan gerak bersama mengubah sampah jadi berkah. Untuk itu secara Nasional, pemerintah membutuhkan komitmen mulai dari pengusaha, Pemda, pengelola Bank Sampah, komunitas peduli lingkungan, hingga komunitas pemulung.

''Yang paling penting dan paling cepat menyelesaikan masalah sampah adalah kita bersama, melalui gerakan-gerakan masyarakat,'' kata Siti Nurbaya dalam acara Green Ramadan di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

''Kita harus mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pemulung yang sudah membantu kerja pemerintah tanpa diminta,'' tambahnya. 

Data KLHK menunjukkan ada sekitar 5 juta orang pemulung tersebar di 25 propinsi di Indonesia. Kontribusi pemulung di TPST Bantar Gebang dalam mengambil kembali sampah yang dapat didaur ulang mencapai 420 ton/hari.

''Ini adalah potensi yang cukup tinggi dan baik melalui pelibatan pemulung di TPA, sehingga sampah yang ditimbun di TPA dapat berkurang,'' katanya.

Menteri Siti Nurbaya juga mengapresiasi semakin berkembangnya Bank Sampah di masyarakat. Hal ini disebutnya dapat menumbuhkan ekonomi sirkular.

Saat ini ada 5.244 bank sampah di 31 propinsi dan 218 kabupaten/kota di Indonesia. Jumlah pelibatan masyarakat di Bank Sampah mencapai 174.904 orang. Bank sampah berkontribusi mengurangi sampah nasional sebesar 1,7%.

Saat ini juga terdapat 722 komunitas gerakan masyarakat yang peduli terhadap pengelolaan sampah. Jumlahnya terus meningkat.

''KLHK sangat mengapresiasi semua gerakan berbasis masyarakat ini,'' kata Menteri Siti.

Dengan berbagai...

Read More...
Tegas! KLHK Gandeng KY Tegakkan Hukum Lingkungan


Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggandeng Komisi Yudisial (KY) dalam penegakan hukum lingkungan. Kerjasama antar lembaga ini dituangkan dalam Nota Kesepahaman (Mou), Rabu (23/5/2018) di Jakarta.

Menteri Siti bersama dengan Ketua KY, Aidul Fitriciada Azhari, sepakat para pihak akan bekerjasama dalam penyelesaian perkara lingkungan hidup dan kehutanan. Terutama mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang hakim saat memutus perkara di bidang LHK.

''Penegakan hukum yang memenuhi rasa keadilan masyarakat, sangat-sangat kita perlukan, mengingat setiap dampak dari kejahatan tersebut, tidak hanya berdampak pada ekologi, tapi juga ekonomi negara,'' tegas Menteri Siti.

Melalui MoU ini, KLHK dan KY akan bersinergi dalam kegiatan pertukaran data dan informasi, pemantauan peradilan bersama, dukungan tenaga ahli, sosialisasi dan kampanye, serta berbagai kegiatan lain yang dapat memperkuat pelaksanaan tugas masing-masing pihak.

Apalagi kasus-kasus yang ditangani oleh KLHK seperti perambahan hutan, illegal logging, dan bentuk pelanggaran hukum lainnya ditentukan oleh putusan hakim pada tahapan memeriksa dan mengadili di pengadilan.

“Saya berharap melalui nota kesepahaman ini kedua instansi dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang oleh hakim saat menangani perkara lingkungan hidup dan kehutanan,'' kata Menteri Siti.

KLHK sendiri telah berkomitmen melaksanakan penegakan hukum lingkungan melalui pendekatan multi instrumen. Mulai dari sanksi administrasi, hukum perdata, hingga hukum pidana. Hal ini dilakukan secara simultan...

Read More...

Terms of The Day

  • Constitution   Fundamental and entrenched rules governing the conduct of an organization or nation state, and...
  • Government   A group of people that governs a community or unit. It sets and administers public policy and...
  • Security   The prevention of and protection against assault, damage, fire, fraud, invasion of privacy, theft,...
  • Consumer Price Index (CPI)   A measure of changes in the purchasing-power of a currency and the rate of inflation. The consumer...
  • Risk   A probability or threat of damage, injury, liability, loss, or any other negative occurrence that...
  • Quality   In manufacturing, a measure of excellence or a state of being free from defects, deficiencies...
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

Kegiatan Siti Nurbaya

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  • 31
  • 32
  • 33
  • 34
  • 35
  • 36
  • 37
  • 38
  • 39
  • 40
  • 41
  • 42
  • 43
  • 44
  • 45
  • 46
  • 47
  • 48
  • 49
  • 50
  • 51
  • 52
  • 53
  • 54
  • 55
  • 56
  • 57
  • 58
  • 59
  • 60
  • 61
  • 62
  • 63
  • 64
  • 65
  • 66
  • 67
  • 68
  • 69
  • 70
  • 71
  • 72
  • 73
  • 74
  • 75
  • 76
  • 77
  • 78

Gallery Video

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11

Semua Artikelku Untukmu

Wawancara & Kolom

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9