Thursday, April 09, 2020

Birokrat Untuk Stabilitas Nasional

1. PENDEKATAN

Dalam melakukan pengamatan dengan stabilitas nasional Indonesia, hal yang menjadi acuan dasar ialah tujuan bernegara sebagaimana tertuang didalam Pembukaan† UUD 1945.† Beberapa referensi juga bisa diangkat† seperti menurut US Institution for peace bahwa tujuan akhir dari sebuah negara akan meliputi :† Safe and secure environment, Rule of Law, Stable governance, Sustainable economy, dan Social Well being.

Referensi lain dari† Bruce Giley dalam buku The Right to URle, How STates Win and Lose Legitimacy (2009)† bahwa tujuan akhir dari suatu† pemerintahan akan meliputi : external security,†† internal order,††† general welfare,†† freedom† dan†† justice† .

2. PENGUKURAN STABILITAS

Bagi Indonesia, membicarakan stabilitas nasional seperti membawa pada pemikiran kembali kepada langkah-langkah represif pemerintah kepada rakyat, padahal tidak. Seharusnya pemahaman akan stabilitas bisa diartikan dalam coverage yang menyeluruh untuk mencapai tujuan† bernegara dan untuk kebahagiaan rakyat. Oleh karena itu, subyek stabilitas negara, seharusnya merupakan ruang yang luas dibahas. Beberapa referensi dapat dilihat sebagai berikut :

Referensi† dari† US Institution For Peace† menguraikan tentang Stabilitas nasional dengan ciri-ciri : secure environment, rule of law, stable governance,† sustainable economy and† social well being.

1) Secure Environment : Ability of the people to conduct† their daily lives without fear of† systematic or large scale of violence. †
Secara rinci†† diuraikan pada elemen-elemen† SAFE AND SECURE ENVIRONMENT : Cessation of Large-Scale Violence, Public Order, Legitimate State Monopoly Over the Means of Violence, Physical Security dan† Territorial Security Lawfulness.

2) Rule of Law : Ability of the people to have equal access to† just laws and trusted system† of justice that† that holds all persons† accountable, protects their human rights and ensures their safety and security.
Secara rinci†† diuraikan pada elemen-elemen†† RULE OF LAW : Just Legal Frameworks, Public Order,† Accountability to the Law,† Access to Justice dan† Culture of Lawfulness

3) Stable governance : Ability of the people to share, access or compete for power through nonviolent political process and to enjoy the collective benefits and services of the state.
Secara rinci†† diuraikan pada elemen-elemen† STABLE GOVERNANCE : Provision of Essential Services,† Stewardship of State Resources,† Political Moderation and Accountability, Civic Participation and Empowerment,† Public Order dan† Accountability to the people.w
ē Access to Justice

4) Sustainable economy : Ability of the people to pursue opportunities for livelihoods within a system of economic governance† by law
Secara rinci†† diuraikan pada elemen-elemen† SUSTAINABLE ECONOMY :† Macroeconomic Stabilization, Control Over the Illicit Economy and Economic-Based Threats to Peace, Market Economy Sustainability† dan†† Employment Generate o

5) Social Well being Ability of the people to be free from want of basic needs and coexist peacefully in communities with opportunities for advancement

Secara rinci†† diuraikan pada elemen-elemen†† SOCIAL WELL-BEING : Access to and Delivery of BasicNeeds Services,† Access to and Delivery of Education† Return and Resettlement of Refugees and InternallyDisplaced Persons dan† Social Reconstruction Just

Pengertian dan† agenda operasional stabilitas juga† tampak berciri situasional, sebagaimana diperlihatkan oleh contoh ketika Amerika Serikat memproyeksikan† stabilitas di Irak, yang diidentifikasi dengan† ciri-ciri sebagai berikut : 1) Political Stability yang meliputi : National Unity, Political Commitments, Government Reform† dan† International Issues : 2)† Economic Activity, yang meliputi unsur-unsur† Budget,† Indicators of Economic activities, Energy, Agriculture† dan† Essential Services; 3) Security Environment† dnegan unsur-unsur Overall assessment of the security environment, Trends of violence, Security assessment by regions dan Public views of security

Begitu pula secara situasional, ketika pemerintah Amerika Serikat harus membicarakan mengenai stabilitas kepada† Kongres† yang tergambarkan pada Report to US Congress 2006† mengenai stabilitas nasional dengan unsur-unsur : 1) Free governing : national reconciliation and† management of transition, Regional Engagement, Legislative action : executive procedures, investment laws, , constitutional review, natural resources, International contract,† Agenda institusional, Efektitvitas Enforcement† dan† Pengendalian Korupsi.

Kita juga perlu melihat pola Austria yang saya amati secara langsung pada studi† Agustus 2009 di Wina,† menyangkut ketahanan nasional. Konsep stabilitas nasional menurut Austria meliputi : 1)† Probability to be broken down† or probability to be survival (Risk, Danger, Chance and† Uncertainties); 2)† Continuous aspect :† Actors (enterprise, civic associations) , optimistic view; 3)† Cognitive : norms,† original causes, trends, outcomes; 4) Operational : peaceful transfer of power; 5) Economic condition : inflasi, unemployment, oil production, electricity generation, water and sanitation, nutrition and social safety net.

3. POTRET INDONESIA

Untuk potret Indonesia, yang kita lihat† pada kondisi saat sekarang yang saya collect dari diskusi-diskusi† FGD Ikatan Alumni Lemhannas dan diksusi perorangan serta dari pengamatan melalui infromasi juga dari pengamatan langsung dari Senayan terkait tugas saya sehari-hari, beberapa kondisi†† dapat digambarkan antara lain (pada September 2011- Oktober† 2012).
  • Sudah ada penataan antar cabang kekuasaan negara , namun alat-alat kelengkapan negara mengalami disorientasi† dalam akselerasi tercapainya tujuan negara. Ada ketidak stabilan sistem menyangkut sistem presidensialisme dan sistem keparlemenan yang majemuk. Perlu dilakukan re-design alat-alat kelengkapan negara. Kinerja pemerintah seharusnya lebih baik 2009-2014 daripada 2004-2009 dan seharusnya periode 2004-2009 lebih stabil daripada 1999-2004.
  • Masyarakat membentuk komunitas sendiri, terjadi† fragmented† orientasi. Kekuatan keanekaragaman budaya bangsa belum dipakai sebagai senjata ampuh untuk mengelola negeri ini. Sikap mental menerima keragaman masih jadi masalah. Tawuran pelajar dan antar kampung. Faktor disintegrasi mengkhawatirkan.
  • Parpol belum berperan untuk rakyat. System pemilihan anggota Dewan bermasalah. Perlu dilihat aspek-aspek political recruitment, political capability. Politik uang membuat galau, kelas menengah mulai apatis dengan dunia politik. Koalisi parpol tidak efektif, politik saling menyandera. Demokrasi bercirikan sentralistik Jakarta, cara ini tidak fit dengan realitas masyarakat. Stabilitas† kerap diartikan† dengan tidak adanya kegaduhan politik. Liberalisasi sektor undang-undang dan liberalisasi media†
  • Sudah ada perhatian pada pembangunan hukum. Perlu diarahkan pembangunan hukum pada struktur, substansi dan budaya hukum. Sudah banyak konvensi diratifikasi terkait HAM, hak sipil dan politik, ekonomi dan budaya† rakyat. Stabilitas sangat erat terkait dengan legal culture, dan† masih banyak masalah.
  • Ada ciri disorientasi secara keseluruhan, dimana issue korupsi menjadi panggung kekuasaan politik. Penyakit korupsi† dan issu korupsi yang selalu mendominasi bangsa. Banyak dibentuk lembaga-lembaga baru namun tidak mengurangi praktek korupsi
  • Sedang berlangsung† sekaligus terjadi demokrasi politik, demokrasi pemerintahan dan kapitalisme Ėliberalisme.
  • Ada tiga† syarat† minimum stabiliats ekonomi : pertumbuhan secara benar, sector keuangan yang terintegrasi antar wilayah, dan policy pemerintah dalam anggaran.
  • Kesenjangan antar wilayah dan antar golongan masyarakat masih tajam.† Percepatan pembangunan daerah masih berorientasi makro. Masalah kemiskinan dan desa ditinggalkan. Tidak tampak langkah-langkah konsolidasi sumberdaya politik untuk mengatasi kesenjangan wilayah. Kebijakan yang keluar dari pemerintah paradoks dengan† konsensus otonomi daerah.
  • Ekonomi dikuasai asing . Agenda masih tambal sulam seperti CSR, BLT. Pengelolaan sumberdaya alam dan daerah† penghasil khususnya Papua masih banyak masalah. Disisi lain, kemerosotan lingkungan dan† kebijakan pengelolaan pertambangan dirasakan bermasalah.††
  • Potret ekonomi tidak buruk sebetulnya, ada pengaruh posisi G20, sehingga Idnonesia di mata dunia cukup† baik dan promising.† Sebagai gambaran APBN tahun 2001 saat dimulainya otonomi daerah senilai† 350 tirliun,† tahun 2004 senilai† 374 triliun† dan tahun 2009 senilai 1037 triliun.† Tahun 2013 diproyeksikan APBN senilai 1658 tirliun.† Dari gambaran tersebut komposisi dana untuk masyarakat dan daerah pada tahun 2010† sebesar† 683 triliun dari APBN sebesar 1047 triliun; dan untuk tahun 2013 diproyeksikan dana untuk masyarakat dan daerah sebesar† sebetulnya cukup besar dengan nilai† 1147 triliun dari total APBN sebesar 1658 triliun. Sayangnya, visualisasi untuk hal tersebut tidak† dapat dipahami† dengan baik† oleh masyarakat† luas, dan tidak tampak secara fisik hasilnya.† Disini ada masalah dalam hal governance sistem.
  • Perlu satu paket antara design good policy, dan allocate good budget. Beberapa sektor penting yang memerlukan perhatian khusus seprti pertanian yang menyerap tenaga kerja paling besar. Sektor tranportasi dan komunikasi dalam rangka menuju logistic management Indonesia sebagai archipelagic country dan dengan† memperhatikan Indonesia sebagai negara maritim juga menjadi sangat penting. Disisi lain† ketenaga kerjaan perlu sangat† hati-hati† berkenaan dengan beban yang dipikul oleh buruh, juga terkait dengan sistem outsourcing yang diintroduksi oleh pemerintah melalui UU ketenaga-kerjaan yang sudah diuji materikan ke MK.

4.† BIROKRAT UNTUK† INDONESIA ?

Intinya, disini ada persoalan dalam hal governance, yang seharusnya† bisa direncanakan dan dievaluasi serta divisualisasikan secara terukur dan terang bagi rakyat. Beberapa† hal terukur yang perlu dielaborasi untuk pemerintahan ke depan, dapat didekati dari†† ciri-ciri governance yang universal, yaitu :† voice and acocuntablity, absence of violence, gvenrment effectiveness, regulatory quality, ruel of law dan corruption control (World Bank, 2009).

Disisi yang lain† adalah mutlak untuk memperkuat posisi dan tidak membiarkan penggerusan† terjadi pada semua unsur sumber-sumber legitimasi negara yang meliputi (Bruce Gilley, 2009)† : 1) particularistic (vary across to time and space, historical bound† concept);† 2) sociological (positive feelings† about the state and making governance efficient in large state); 3)developmental (organization, production,† distribution of material well being); 4.democratic (human rights,† meaning civil, political, physical† and social rights)† dan 5) bureaucratic (strength and effectiveness of† state institutions, regime† durability).

Dalam hal ini, dapat diidentifikasi dari sumber-sumber kekuatan legitimasi negara tersebut sangat besar peran birokrasi sebagai kekuatan† operasional penyelenggaraan negara, termasuk dalam keseharian memberi pengaruh serta simbolik kepada rakyat. Jadi sangat penting untuk memperhitungkan keberadaan birokrat untuk kontribusi stabilitas nasional kita.


Move
-

Terbaru dari Siti Nurbaya

Top Headline
Hadapi Corona, KLHK Beli Hasil Petani dan Beri Gratis ke Tenaga Medis



Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membeli produk hasil usaha petani hutan, untuk disalurkan kepada tenaga medis yang bertugas di garda terdepan penanganan virus Covid-19 Corona. Produk hasil hutan untuk menjaga daya tahan tubuh ini juga dibagikan kepada jurnalis yang tetap menjalankan tugas di tengah pandemi.

Khusus untuk wilayah DKI.Jakarta, disiapkan 2.000 paket produk herbal yang disalurkan ke berbagai RS rujukan pasien Corona. Selain itu 5.000 paket lainnya juga disediakan lima Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan pada masing-masing wilayahnya, dengan total anggaran mencapai Rp780 juta.

''Produk-produk ini dibeli dari Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) binaan KLHK di seluruh Indonesia. Dibagikan secara gratis kepada tenaga medis di rumah sakit yang sedang berjuang mengobati pasien Corona. Untuk tahap awal telah diserahkan oleh Direktur Jenderal PSKL KLHK Bambang Supriyanto, dukungan 200 paket suplemen peningkat daya tahan tubuh yang diterima oleh Dr. Muhammad Syahril, selaku Direktur Utama RSPI Prof. Dr. Sulianti Suroso, di Sunter, Jakarta Utara. Kami juga bagikan kepada rekan-rekan jurnalis yang bertugas,'' kata Menteri LHK Siti Nurbaya di Jakarta, (27/3).

Produksi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial yang dibagikan antara lain jahe instan, wedang uwuh, temulawak, madu, minyak kayu putih, gula semut, minuman serta makanan lain yang mengandung banyak vitamin C.

Berbagai produk hasil petani hutan ini diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh, karena mengandung banyak zat pendorong imunitas tubuh manusia yang diolah dari alam.

Dengan pendampingan melalui program perhutanan sosial, produk para petani hutan tersebut kini sudah dikemas lebih modern dan melalui teknologi pengolahan yang memenuhi standar layak konsumsi.

Produk juga telah diteliti secara ilmiah kandungan antioksidan dan pelbagai zat yang membantu meningkatkan imunitas tubuh manusia dari serangan mikroogranisme penyebab penyakit.

''Kami terus dorong petani hutan untuk meningkatkan produksinya,...

Read More...
KLHK Bantu PMI untuk Percepat Mobilisasi Petugas Penyemprotan Disinfektan


Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 atau virus corona, merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, dan masyarakat saling berbagi peran dalam menangkal penyebaran pandemi ini.

Begitu juga dengan KLHK, melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang dilakukan serentak di seluruh satker baik pusat maupun satker di daerah. KLHK juga bergerak membantu untuk kelancaran tugas PMI. KLHK melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 (PSLB3), menyumbang 10 (sepuluh) unit motor roda 3 (tiga) kepada PMI Pusat. Kesepuluh motor tersebut diserahkan oleh Dirjen PSLB3 KLHK kepada pak Yadi mewakili PMI Pusat di kantor PMI Pusat jl. Gatot Soebroto, Jakarta Pusat pada Jum'at (20/3).

Direktur Jenderal PSLB3 Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, bantuan ini dimaksudkan untuk mempermudah petugas menjangkau wilayah padat penduduk dalam rangka penyemprotan disinfektan Covid-19.

"Semoga wabah Covid-19 ini dapat teratasi secara cepat, dan kita semua bisa melewati masa sulit ini dengan baik" ungkapnya.

Sementara itu, KLHK juga terus melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan tetap menjaga kebersihan tempat dan lingkungan kerja, melakukan social distancing, dan melakukan penyemprotan disinfektan di setiap sudut gedung Manggala Wanabakti.

Selain itu, pemeriksaan suhu tubuh juga dilakukan untuk semua pegawai, dan tamu yang datang sebelum masuk ke dalam gedung Manggala Wanabakti. Hand Sanitizer juga tersedia di setiap sudut ruangan, agar dapat digunakan oleh Karyawan/ti atau tamu yang datang. KLHK juga terus hadir bekerja memberikan pelayanan publik baik di kantor maupun bekerja dari rumah (work from home), untuk membangun optimisme masyarakat (*) ¬† ¬† ¬†¬†  

Read More...
Surat Edaran Menteri LHK tentang Pencegahan Penyebaran Virus Corona di lingkup kerja KLHK



Surat Edaran
Menteri LHK tentang Pencegahan Penyebaran Virus Corona di lingkup kerja KLHK 

Read More...
Duka Menteri LHK Melepas Jenazah Korban Kecelakaan di Taman Nasional Sebangau


Begitu memasuki kantor Taman Nasional Sebangau (TNS), di Kota Palangkaraya, Selasa (10/3/2020) pagi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar disambut jejeran enam foto rimbawan yang menjadi korban tewas insiden kecelakaan speadboat. Suasana duka begitu terasa. Terdengar suara tangisan keluarga dan rekan sejawat korban.

Didampingi Wamen LHK Alue Dohong, Sekjen Bambang Hendroyono, Dirjen KSDAE Wiratno, dan jajaran eselon I dan II KLHK, Menteri Siti tampak tak bisa menyembunyikan raut wajah dukanya saat duduk di hadapan peti jenazah pegawai TNS Tyas Novianti.

Saat memberikan kata sambutan, nada suaranya terdengar bergetar hebat menahan haru. Pada akhirnya air mata yang coba ditahan sedari mendarat di Palangkaraya tumpah jua.

"Selamat jalan anak, adik, sahabat, dan kolega kerja kami di Taman Nasional Sebangau yang gugur saat menjalankan tugas. Mewakili segenap keluarga besar KLHK dan Pemerintah, ikut berduka teramat dalam atas kepergian Abdi Darmansyah, Ibnu Yudistira Hendrawan, Mutiara, Tyas Novianti, Mansyah dan Umroatus Sholikhah. Kami mengembalikan pada-Mu ya Tuhan, putra putri terbaik KLHK ini," kata Menteri Siti dengan suara bergetar.

Setelah menyerahkan santunan duka pada keluarga korban, Menteri Siti memimpin penghormatan terakhir dan ikut mengantar sampai peti jenazah dimasukan ke ambulance untuk diantar ke pemakaman.

Perjalanan dilanjutkan ke rumah duka di Kelurahan Kereng Bangkirai. Ratusan pelayat memadati dua rumah  bersebelahan, tempat dimana Abdi Darmansyah (35) dan adik iparnya Ibnu Yudistira Hendrawan (27) disemayamkan.

Ibnu bertugas sebagai Manggala Agni di TNS. Sedangkan Abdi bertugas sebagai Polhut TNS yang meninggalkan istri yang sedang hamil 8 bulan dan seorang putri berusia 5 tahun.

"Bu Menteri, suami saya sekarang sudah tidak ada. Anak saya sudah tidak ada ayahnya," ratap istri Abdi saat menerima santunan.

Menteri Siti langsung menguatkan dengan memastikan bahwa keluarga besar KLHK akan terus memperhatikan keluarga korban yang...

Read More...
Menteri LHK: Saya Kawal, Derap Langkah Dinas LH se Indonesia Wajib Sama!



Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar meminta seluruh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi, dan sebanyak 126 Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten dan Kota se Indonesia untuk bersinergi antar Dinas dan dengan Kementerian LHK sebagai modal utama menyelesaikan persoalan-persoalan lingkungan hidup di tingkat tapak.

Tidak boleh ada lagi pernyataan menolak atau menghindar dari keterlibatan membantu Kepala Daerah menyelesaikan masalah di lapangan, misalnya dengan alasan ditariknya kewenangan atau minimnya anggaran. Karena pemerintah berkewajiban melaksanakan amanat dalam UUD 1945 berkaitan dengan tanggungjawab memberikan lingkungan hidup berkualitas yang menjadi hak rakyat.

''Persoalan lingkungan terlalu kompleks, menyelesaikannya harus ada interaksi antar dinas. Semua harus satu derap langkah yang sama. Kalau tidak kuat di Kabupaten, pakai kekuatan Provinsi. Jika tidak kuat juga pakai kekuatan Kementerian. Akan saya kawal langsung ke Dirjen-dirjennya,'' tegas Menteri Siti membuka acara Rapat Kerja Tekhnis pemulihan lingkungan serta pengendalian pencemaran, yang digelar KLHK, di Lombok,NTB, Senin (9/3/2020).

Mantan Sekjen Kemendagri ini mengatakan Indonesia sedang memasuki mainstrem atau arus utama baru pembangunan. Tahun 2000 mainstrem-nya adalah perempuan (gender), lalu good governance (pemerintahan yang baik) tahun 2005, dan perubahan iklim di 2017.

''Sekarang Presiden Joko Widodo sangat tegas dan perhatian pada lingkungan hidup. Mainstrem pembangunan salah satunya akan sangat memperhatikan bencana alam. Jadi tidak ada lagi orang LH cuma mikirin tekhnis pencemaran dan AMDAL saja,  tapi harus seluruh aspek. Cara kerjanya jangan lagi seperti yang dulu-dulu, karena itu butuh interaksi dan sinergi,'' katanya.

Menteri Siti berkali-kali mengingatkan agar Kepala Dinas lebih aktif melakukan analisis  untuk memberi telaahan staf pada Kepala Daerah, mengingat mandat yang berat soal lingkungan dan kerja nyata pemerintah sangat ditunggu rakyat. Banyak daerah yang beban lingkungannya...

Read More...
Kisah Sukses Aktivis Lingkungan: Ciliwung Bersih Hingga Zero Karhutla



Tiga aktivis lingkungan menceritakan kisah sukses kemitraan masyarakat dalam Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), pada rangkaian acara Rapat Kerja Tekhnis pemulihan lingkungan serta pengendalian pencemaran, yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), di Lombok, NTB,Minggu (8/3/2020) malam.

Kolaborasi antara kelompok masyarakat, NGO, Pemda, Swasta, dan Pemerintah, dikatakan oleh para penggiat aktif di tingkat tapak ini telah terbukti membawa perubahan yang ditandai dengan pulihnya kualitas lingkungan hidup.

''Kami mulai berkecimpung di Ciliwung tahun 2000 dengan konsep konservasi alam dan petualangan untuk anak. Tahun 2010, kondisi Ciliwung semakin parah akibat sampah dan limbah. Akhirnya saya memilih pensiun dini dan bangun komunitas sahabat Ciliwung,'' kisah Hidayat, Pendiri Yayasan Sahabat Ciliwung.

Mantan karyawan swasta ini mendapat dukungan dari Pemda dan KLHK. Hingga saat ini sudah terbentuk 9 komunitas di masing-masing wilayah per kelurahan di Depok. Kegiatan yang mereka lakukan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tapi juga bisa memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar, karena menggabungkan konsep konservasi, edukasi, dan wisata alam sungai.

''Kami dapat dukungan KLHK sampai terbentuk namanya patroli sungai. Sekarang semakin banyak yang terlibat membersihkan Ciliwung, sehingga mulai dapat dinikmati lagi ikan-ikan endemik Ciliwung. Harapan kami kondisi ini terus membaik dengan dukungan semua pihak,'' kata Hidayat.

Kisah sukses lainnya datang dari Sadikin, Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Sungai Pakning, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) berulang dan puncaknya tahun 2015, meninggalkan duka yang dalam. Tidak hanya rugi karena tanaman pertanian yang akan dipanen hangus terbakar, Sadikin juga harus kehilangan anaknya yang meninggal karena ISPA.

Ia lantas bangkit bersama warga sekitar untuk mengatasi Karhutla. Melalui binaan PT Pertamina (Persero) Refinery...

Read More...
Pengarahan Menteri LHK dalam Acara Pembukaan Rakernis Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, di Lombok, NTB, 9 Maret 2020

             

Read More...
Pemda Mataram Sulap Sampah Jadi Energi



Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengunjungi TPA Regional  Kebon Kongok di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk melihat keberhasilan proses pengolahan sampah menjadi energi dengan teknologi RDF (Refused Derived Fuel).  Teknologi ini mampu mengubah sampah menjadi briket  yang dapat menjadi substitusi batu bara sebagai bahan bakar ramah lingkungan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap PLTU. Alat pengolah sampah ini sebagian sudah mampu dibuat mandiri oleh Indonesia.

"Saya dan Pak Gubernur mengunjungi TPA, kami sudah dilaporkan bahwa sudah ada akitvitas teknologi RDF, dari sampah menjadi bahan bakar dengan teknik pellet dan melihat tadi bagus sekali, mesinnya juga dibuat sendiri, lalu pakai mesin pencacah, tekniknya dengan fermentasi, mesin pembentuk pelletnya. Itu bisa jadi bahan substitusi batu bara untuk PLTU. Selain juga bisa untuk gas", ujar Menteri Siti seusai melihat langsung proses pengolahan sampah tersebut.

Menteri Siti sangat mengapresiasi langkah konkrit yang ditunjukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi NTB yang telah bekerjasama dengan PT. PLN dan PT. Indonesia Power untuk merealisasikan proyek pengolahan sampah ini. Proyek ini juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai sumber bahan baku sampahnya, sehingga dikenal juga dengan istilah Program Jeranjang Olah Sampah Setempat (JOSS). Dengan pelibatan masyarakat, maka selain lingkungan menjadi bersih dari sampah juga memutar ekonomi melalui skema circular economy.

"langkah ini sangat baik, seperti tadi saya katakan, ini contoh yang konkrit di lapangan, hasilnya juga kelihatan, nanti masyarakat akan dapat manfaatnya," katanya.

Melalui teknologi RDF di TPA Kebon Kongok Menteri Siti berharap permasalahan sampah di NTB khususnya di Mataram, Lombok dapat selesai. Dengan kapasitas pengolahan sampah mencapai 30 ton perhari  dan akan terus ditingkatkan, maka diharapkan produksi sampah perhari yang mencapai 300 ton bisa diselesaikan.

"Yang pasti masalah sampah kita selesaikan. Jadi dari 300 ton sampah per hari...

Read More...
Komunitas Selam KLHK Bersihkan Sampah Laut di Labuan Bajo



Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2020, Komunitas Diver (Penyelam) KLHK melaksanakan aksi pengambilan sampah laut (underwater clean up) di perairan Waecicu Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (5/3/2020).

Aksi bersih sampah yang melibatkan 22 penyelam ini, dilakukan di kedalaman 5 dan 10 meter, pada luas area 150 meter. Hasil yang didapatkan berupa sampah sekitar 48,99 kg, yang terdiri dari plastik daur ulang 86 buah (23,8 kg), plastik sekali pakai 46 buah (9,3 kg), kertas 2 buah (0,07 kg), karet 2 buah (0,1 kg), tekstil 1 buah (0,07 kg), kayu 2 buah (10,96 kg), logam 9 buah (0,07 kg), dan kaca 3 buah (4,62 kg).

Inspektur Wilayah II KLHK Sumarto, selaku koordinator Komunitas Selam KLHK, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu sumbangsih para penyelam dalam rangka HPSN Tahun 2020.

"Jadi pada pelaksanaannya dibagi 4 grup, keempatnya bertemu di satu point pertemuan. Kita kumpulkan sampahnya, diangkut ke pesisir. Selanjutnya kita pilah menjadi 10 jenis sampah.
Dari masing-masing jenis itu kita timbang, contohnya plastik daur ulang kita hitung jumlah dan beratnya yaitu sekitar 23 kg dan seterusnya. Setelah dipilah, ditimbang, lalu dikirim ke pusat daur ulang," jelas Sumarto.

Pemilahan dilakukan untuk mengetahui jenis sampah apa yang dominan. Sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam upaya pengurangan sampah, khususnya plastik.

"Kebijakan umum sampah pada prinsipnya harus dimanfaatkan, agar memberikan manfaat ekonomi. Selain itu, prinsip pengelolaan sampah juga bisa dengan 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recyle," pungkas Sumarto. (*) ¬†

Read More...
Nyanyian Anak SLB Labuan Bajo Ajak Indonesia Peduli Sampah


Didampingi penyanyi yang juga aktivis lingkungan Oppie Andaresta, puluhan anak-anak Sekolah Luar Biasa (SLB) Labuan Bajo menyanyikan lagu yang berisi ajakan peduli sampah.

Mereka menyanyi penuh semangat di hadapan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan, yang datang bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, untuk memimpin aksi bersih pantai di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

''Buang sampah di tempatnya, hanya semudah itu. Mulai dari hal kecil, kita harus disiplin. Sampah plastik dan organik kita pisahkan, karena bisa diolah lagi. Sampah plastik kita sulap jadi barang berguna. Sampah organik jadi pupuk tanaman,'' begitu bunyi petikan lirik lagu. Menko Luhut dan Menteri Siti terlihat ikut menikmati lagu dan memberikan semangat dengan bertepuk tangan.

Kehadiran anak-anak SLB ini merupakan rangkaian dari Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diikuti lebih dari 10.000 peserta, Jumat (6/3/2020). Berbagai agenda HPSN telah digelar di berbagai daerah se Indonesia, dan secara nasional dipusatkan di lima destinasi pariwisata super prioritas, yaitu Labuan Bajo, Mandalika, Borobudur, Danau Toba, dan Likupang.

''Kami sangat berterimakasih pada Bapak Presiden Jokowi, Pak Luhut dan Ibu Siti, yang telah memilih Labuan Bajo menjadi salah satu lokasi HPSN 2020,'' ungkap Wakil Gubernur NTT, Josep Nae Soi.

''Pemerintah telah banyak memberikan perhatian yang tidak henti-hentinya pada kami. Ini menjadi sinyal kuat bagi rakyat NTT untuk bersih-bersih sampah,'' tambah Josep.

Khusus di Labuan Bajo, pemerintah membangun fasilitas pengelolaan berupa TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) atau Pusat Daur Ulang Pengelolaan Sampah (PDU). Melengkapi sarana ini juga diberikan motor sampah sebanyak 8 unit dan 60 unit tempat sampah tematik.

KLHK juga melakukan langkah detasering bantuan pembinaan kepada Pemda Kabupaten Manggarai Barat, melalui pendampingan penyusunan Jakstrada, edukasi pengelolaan sampah melalui PDU dan Bank sampah, pemberian 40.000 bibit tanaman dan...

Read More...

Terms of The Day

  • Constitution   Fundamental and entrenched rules governing the conduct of an organization or nation state, and...
  • Government   A group of people that governs a community or unit. It sets and administers public policy and...
  • Security   The prevention of and protection against assault, damage, fire, fraud, invasion of privacy, theft,...
  • Consumer Price Index (CPI)   A measure of changes in the purchasing-power of a currency and the rate of inflation. The consumer...
  • Risk   A probability or threat of damage, injury, liability, loss, or any other negative occurrence that...
  • Quality   In manufacturing, a measure of excellence or a state of being free from defects, deficiencies...
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

Kegiatan Siti Nurbaya

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  • 31
  • 32
  • 33
  • 34
  • 35
  • 36
  • 37
  • 38
  • 39
  • 40
  • 41
  • 42
  • 43
  • 44
  • 45
  • 46
  • 47
  • 48
  • 49
  • 50
  • 51
  • 52
  • 53
  • 54
  • 55
  • 56
  • 57
  • 58
  • 59
  • 60
  • 61
  • 62
  • 63
  • 64
  • 65
  • 66
  • 67
  • 68
  • 69
  • 70
  • 71
  • 72
  • 73
  • 74
  • 75
  • 76
  • 77
  • 78
  • 79
  • 80
  • 81
  • 82
  • 83
  • 84
  • 85
  • 86
  • 87
  • 88
  • 89
  • 90
  • 91
  • 92
  • 93
  • 94
  • 95
  • 96
  • 97
  • 98
  • 99
  • 100
  • 101

Gallery Video

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11

Semua Artikelku Untukmu

Wawancara & Kolom

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9