Tuesday, October 17, 2017

Kesadaran Perubahan Iklim di Indonesia Meningkat

 
BERLIN-- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Siti Nurbaya Bakar mengatakan saat ini kesadaran pentingnya mencegah dampak perubahan iklim mulai meningkat.

Hal ini disampaikan Menteri Siti Nurbaya pada sesi ketiga Petersberg Climate Dialogue (PCD) VIII, yang berlangsung di Axica, Berlin, pada 22-23 Mei 2017.

Pemerintah Indonesia telah meratifikasi Perjanjian Paris melalui Undang-Undang 16 tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement to The United Nations Framework Convention on Climate Change (Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengenai Perubahan Iklim).

Sesuai persetujuan Paris, setiap negara harus berkontribusi dalam penurunan emisi Gas Rumah Kaca yang dituangkan dalam dokumen Kontribusi Secara Nasional (NDC). Adapun target NDC Indonesia adalah mengurangi emisi sebesar 29 persen dari berbagai sektor dalam negeri dan menjadi 41 persen melalui kerja sama internasional pada tahun 2030.

''Melalui proses ratifikasi, kesadaran para pemangku kepentingan mengenai isu perubahan iklim telah meningkat,'' kata Menteri Siti di hadapan perwakilan 23 Negara yang hadir dalam pertemuan Pra COP-23 tersebut.

Persetujuan Paris katanya telah mengamanatkan peningkatan kerja sama bilateral dan multilateral yang lebih efektif dan efisien untuk melaksanakan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Dijelaskan Menteri Siti, implementasi NDC memerlukan pendekatan holistik dan sinergi, telah melibatkan banyak Kementerian dan berbagai pemangku kepentingan. Selain itu telah terjadi kolaborasi positif antara pemerintah, parlemen, dan masyarakat sipil.

''Ini telah memberikan pelajaran berharga, terutama dalam memperoleh komitmen politik dari berbagai aktor,'' katanya.

Untuk mengatasi dampak perubahan iklim jangka panjang, sesuai dengan target NDC, pemerintah Indonesia kata Menteri Siti Nurbaya, telah mengembangkan beberapa setrategi dan melakukan berbagai pendekatan.

Diantaranya dengan membangun komitmen dari semua sektor dan aktor, tidak hanya Negara. Selain itu juga dibangun komunikasi, koordinasi dan sinergi, serta penguatan kelembagaan.

Upaya lainya dengan menciptakan lingkungan yang kondusif dalam bentuk kebijakan dan peraturan perencanaan terkait, peningkatan sumber daya manusia, satu kebijakan data tentang gas rumah kaca, dan pengarusutamaan NDC pada perencanaan pembangunan nasional. Juga dikembangkan pedoman pelaksanaan NDC, implementasi NDC, dan review serta penyesuaian NDC.

''Pada pengelolaan kawasan, dilakukan praktik tata kelola yang berkelanjutan. Kami juga memperhatikan isu gender, keadilan ekonomi dan sosial, dan yang lebih penting lagi adalah perubahan gaya hidup,'' jelas Menteri Siti Nurbaya.(*)
 
 
 
 

 
 
Website dibuat oleh NiagaWebsite.com