Sunday, August 20, 2017

Menteri LHK: Mari Satu Nafas, Perlakukan Alam Dengan Jujur!

JAKARTA-- Manusia dan alam adalah satu. Aktivitas manusia tidak bisa dipisahkan dari alam. Karena itu diperlukan kejujuran memperlakukan alam dan lingkungan, sekaligus menjaganya dari berbagai ancaman.

Hal itu disampaikan Menteri LHK, Dr. Siti Nurbaya Bakar, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) se Dunia 2017, (5/7) di Jakarta.

''Kita harus berupaya sungguh-sungguh melindungi dan memulihkan lingkungan sebagai komitmen kuat menjamin hak-hak konstitusional warga negara termasuk generasi mendatang. Itu harus kita lakukan bersama-sama,'' ajaknya.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini yang jatuh di bulan Ramadhan, kata Menteri Siti hendaknya bisa menjadi refleksi melakukan perubahan ke arah lebih baik. Salah satunya dapat diimplementasikan dalam menjaga kekayaan, keselarasan dan keindahan alam.

Saat ini yang sedang dilakukan pemerintah melalui program kerja KLHK adalah mengembalikan fungsi alam hutan, dan melakukan tata kelola hutan yang seharusnya. Selain itu memulihkan sungai-sungai dari pencemaran yang sudah cukup berat, dan banyak lagi kondisi lingkungan lainnya yang memerlukan perhatian.

''Satu nafaskan antara perlindungan dan pengelolaan, serta jangan dikotomikan investasi dan lingkungan,'' tegas Menteri Siti.

Kekayaan alam yang melimpah, jika tidak diperlakukan dengan baik, maka akan rusak dan merugikan manusia sendiri. Karena itu selaras dengan konsep agenda 21, baik internasional maupun nasional, sudah sangat jelas bahwa keselarasan ekonomi dan lingkungan atau lebih spesifik investasi dan lingkungan dapat dan telah dilakukan.

''Hanya dibutuhkan kejujuran dalam prakteknya. Mari kita aktualisasikan praktek-praktek keselarasan itu dengan kejujuran,'' ajak Menteri Siti.

Pemerintah juga semakin nyata mendorong bahwa lingkungan dan sumberdaya alam dapat menjadi sumber bagi suatu pertumbuhan wilayah. Contoh konkritnya tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. Industri pariwisata alam menjadi trend dunia saat ini. Begitupun di Indonesia, dengan satu Program Prioritas Nasional, menjadikan Indonesia sebagai target destinasi wisata dunia bermodalkan atraksi wisata kekayaan dan keindahan alam Indonesia.

Ada 10 destinasi wisata yang menjadi prioritas seperti Labuan Bajo, Kepulauan Seribu, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang. Sumberdaya alam ini dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat sekitar yang sifatnya konstruktif.

''Mari lindungi alam kita, lindungi Indonesia kita. Jaga keaneka-ragaman hayati dan budaya, yang berarti kita memberi kontribusi menjaga negara dan bangsa ini. Mari berbuat meski sedikit saja bagi Indonesia kita tercinta,'' tegas Menteri Siti.(*)






































Website dibuat oleh NiagaWebsite.com