Saturday, August 19, 2017

Hari Lingkungan Hidup 2017: Tegaskan Pengelolaan Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat


Setelah berbagai kegiatan memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Tahun 2017 dilaksanakan sejak bulan Juni lalu, kini puncak acara peringatan HLH Tahun 2017 dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2017 oleh Kementeriann Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), di kompleks Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.

Acara puncak HLH 2017 dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, para menteri Kabinet Kerja, para Duta Besar negara sahabat, aktivis lingkungan, juga para artis dan seniman pecinta lingkungan, dab seluruh pejabat KLHK. Presiden Joko Widodo sekaligus pula menyaksikan pemberian penghargaan bidang lingkungan hidup dan kehutanan yang diberikan oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya dan didampingi Menko Perekonomian, Darmin Nasution.

Pada kesempatan ini pula, Presiden Joko Widodo menandatangani Sampul/Perangko Hari Pertama, Seri Lingkungan Hidup Tahun 2017, didampingi Menteri LHK dan Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara.

Pembukaan HLH 2017 secara resmi dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KLHK Tahun 2017, Pekan Nasional Perubahan Iklim (PNPI), dan Kemah Generasi Lingkungan untuk Konservasi, yang dilaksanakan secara bersamaan pada tanggal 2-4 Agustus 2017. "Rakernas KLHK 2017 untuk Hutan, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Berkeadilan".

Dalam arahannya, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa, sangat penting untuk melakukan sebuah strategi besar pembangunan hutan yang memiliki dimensi ekonomi dan lingkungan.

“Harus ada koreksi besar, agar ada sebuah terobosan baru yang harus dilakukan, sehingga pengelolaan hutan lebih baik. Jangan berpikir linier dan monoton, sehingga dalam sekian tahun ini, mohon maaf, pengelolaan hutan kita berada pada posisi yang tidak ada pembaruan", tutur Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo juga berpesan, dengan adanya Rakernas LHK Tahun 2017, agar dapat dirumuskan pemikiran baru, sehingga pengelolaan hutan menjadi sebuah pengelolaan yang secara konsisten dapat terus dikerjakan, dan memperoleh hasil yg baik untuk rakyat.

Presiden mencontohkan bagaimana hutan di Finlandia dan Swedia dapat memberi manfaat besar bagi rakyat. "Kita tidak usah sulit, tinggal dicopy dan nanti diaplikasikan ke negara kita. Kita harus contoh dan melihat bagaimana pengelolaan hutan dan lingkungan bisa jalan sama-sama, ekonomi dapat, lingkungan juga dapat," pesan Presiden Joko Widodo.
 
Intinya Presiden menekankan, sudah saatnya memikirkan langkah-langkah koreksi agar pengelolaan hutan dapat memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat, terutama rakyat di sekitar hutan.

“Jangan sampai hutan tidak memberikan apa-apa kepada rakyat. Kenapa hutan di negara lain dapat memakmurkan rakyat, kenapa hutan kita tidak? Itu harus dikoreksi, hutan harus memberikan manfaat bagi lingkungan”, tutur Presiden Joko Widodo.

Menteri LHK Siti Nurbaya dalam laporan yang disampaikan kepada Presiden menyatakan, tema HLH Tahun 2017 adalah “Menyatu dengan Alam”.  Tema ini sangat tepat dengan budaya Indonesia yang tidak bisa lepas dengan alam, mengingatkan agar orang Indonesia tidak boleh lupa dengan alam.

Menteri LHK menjelaskan bahwa kebijakan ekonomi berkeadilan, dengan formulasi di antaranya peran sumberdaya lahan, masyarakat dan kesempatan yang diberikan atau akses masyarakat, terus diaktualisasikan oleh KLHK, melalui pengakuan hutan adat secara resmi, aktivitas aktual hutan-hutan desa di berbagai wilayah di Indonesia, serta Hutan Tanaman Rakyat yang sedang terus menggeliat.

“Langkah corrective measures, kebijakan, implementasi, praktek dan pendekatan, terus menerus diperbaiki bagi kepentingan rakyat banyak. Implementasinya harus terus menerus berkesinambungan, agar tujuan nasional bisa dicapai dan cita-cita nasional bisa diwujudkan, yaitu untuk masyarakat sejahtera, demikian yang ditekankan Bapak Presiden kepada kami dan Menteri lainnya”, tutur Menteri LHK Siti Nurbaya.

Sebagai Landmark Hutan untuk Rakyat Indonesia, dalam acara ini dilakukan penanaman pohon pohon Jati (Tectona grandis) oleh Presiden Joko Widodo, dan Menteri LHK Siti Nurbaya menanam pohon Pala (Myristica fragrance), di Arboretum Lukito Aryadi. Selanjutnya, Presiden Joko Widodo juga melakukan penandatanganan prasasti Landmark Hutan untuk Rakyat Indonesia, pada fosil kayu Jati yang ditemukan di Provinsi Lampung, pada bulan Juli 2014, pada kedalaman 12 meter di bawah tanah.

Sebanyak 10 Kalpataru, 16 Adipura, 6 Adipura Kencana, 24 Adiwiyata, dan 9 Nirwasita Tantra telah disampaikan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya didampingi Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution. Sebelum acara berakhir, Presiden Joko Widodo berkesempatan melakukan dialog dengan penerima penghargaan Kalpataru asal Sumatera Utara dan Papua. Adapun seruan untuk terus menjaga dan melindungi lingkungan dan hutan kepada semua stakehoder, menjadi pesan penutup Presiden Joko Widodo kepada seluruh peserta HLH Tahun 2017. (*)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Website dibuat oleh NiagaWebsite.com