Tuesday, June 19, 2018

Laporan Menteri LHK Pada Acara Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2017 dan Peresmian Landmark Hutan Indonesia

 

LAPORAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN PADA ACARA PUNCAK PERINGATAN HARI LINGKUNGAN HIDUP DAN PERESMIAN LANDMARK HUTAN INDONESIA
Manggala Wanabakti, 2 Agustus 2017
 
Assalaamu 'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
  • Yang kami hormati Bapak Presiden;
  • Yth. Pimpinan dan Anggota Lembaga Negara;
  • Yth.Bapak Ibu Menko/Menteri Kabinet dan YM Dubes Negara Sahabat dan Perwakilan lembaga multilateral;
  • Yth. Gubernur, Bupati dan Walikota;
  • Para tokoh dan  penerima penghargaan serta  seluruh Undangan yang kami hormati.
Dengan senantiasa mengharapkan ridho Allah SWT, ijinkan kami melaporkan kepada Yth.Bapak Presiden dalam rangka kegiatan pagi hari ini.

Mengawali laporan ini, saya mohon ijin menyampaikan salam dan rasa  bangga dari seluruh rimbawan Indonesia kepada Yth. Bapak Presiden. Terima kasih atas perkenan kehadiran Bapak pada rangkaian acara Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup, Peresmian LandmarkHutan Indonesia untuk Rakyat, Kemah Generasi Lingkungan untuk Konservasi, Pekan Nasional Perubahan Iklim yang berkeadilan serta pembukaan Rapat Kerja Nasional Hutan, Lingkungan dan Perubahan Iklim.

Rangkaian acara Hari Lingkungan Hidup tahun 2017 telah berlangsung sejak April 2017 dengan beberapa kegiatan seperti pendidikan anak, budaya, diskusi lingkungan serta pameran karya dan kreativitas masyarakat, produk ramah lingkungan dan daur ulang serta ecodriving, workshop dan rally. Hari lingkungan tahun 2017 mengambil tema “connecting people to nature”.

Pada rangkaian puncak acara hari ini akan disampaikan penghargaan-penghargaan kepada stakeholders lingkungan dan kehutanan, masing-masing penghargaan KALPATARU, ADIPURA, ADIWIYATA dan NIRWASITA TANTRA yang prosesnya telah cukup panjang  dengan penilaian oleh masing-masing Dewan Pertimbangan dan Penilaian yang independen.
Penghargaan KALPATARU diberikan dalam kategori perintis, pengabdi , penyelamat dan pembina. Untuk tahun 2017 ini diberikan kepada 10 orang. KALPATARU diberikan kepada orang/kelompok dan atau lembaga yang secara luar biasa berhasil merintis, mengabdikan, menyelamatkan dan membina lingkungan atas prakarsanya sendiri.Stakeholders ini ialah para tokoh di masyarakat, yang merupakan stakeholders penting dalam pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan.

Penghargaan ADIPURA adalah penghargaan tertinggi kepada kabupaten/kota yang memenuhi syarat sebagai kota yang dikelola secara berkelanjutan. ADIPURA untuk mewujudkan kota yang bersih, teduh, sehat dan menerapkan prinsip tata kepemerintahan yang baik. Kota yang juga memiliki kemampuan penyelesaian masalah-masalah lingkungan seperti sampah, ruang terbuka hijau, pencemaran air, dampak perubahan iklim, kerusakan akibat penambangan,  karhutla, dan good governance secara umum. Penghargaan ADIPURA diberikan kepada 6 kepala daerah penerima ADIPURA KENCANA, 16 penerima ADIPURA untuk pertama kalinya. Sedangkan kepada 101 penerima ADIPURA akan dilanjutkan malam hari nanti.

Penghargaan ADIWIYATA, diberikan kepada sekolah yang bersih, teduh, efisien dalam penggunaan kertas, air dan listrik. Sejak pertama kali dilaksanakan tahun 2006 hingga saat ini sekolah model ADIWIYATA berjumlah 7.278 unit diseluruh Indonesia. Penghargaan akan diberikan saat ini kepada 24 sekolah ADIWIYATA. Sebanyak 89 sekolah akan diserahkan bersama-sama Menteri LHK dan Mendiknas nanti malam atas nama Bapak Presiden.

Penghargaan NIRWASITA TANTRA, yaitu penghargaan kepada kepala daerah dengan kepemimpinan dalam formulasi dan penerapan kebijakan serta program kerja dalam rangka memperbaiki kualitas lingkungan hidup didaerah. Penilaian berdasarkan kinerja daerah dan dokumen informasi pengelolaan lingkungan. Penghargaan diberikan kepada 3 Gubernur, 3 Bupati dan 3 Wali Kota.

Penghargaan-penghargaan itu semua merupakan bagian penting upaya pelembagaan, serta internalisasi kebijakandan implementasi pembangunan lingkungan. Untuk itu kami mohon perkenan kesediaan Yth.Bapak Presiden dan Bapak Menko Perekonomian dapat memberikan secara langsung penghargaan-penghargaan dimaksud.

Bapak Presiden Yang Kami Hormati,

Selanjutnya, kegiatan Kemah Generasi Lingkungan untuk konservasi merupakan bagian dari langkah pendidikan  bidang lingkungan mulai dari anak sekolah dan pramuka. Kemah Generasi Lingkungan ini diisioleh Pramuka Saka Wanabakti dan Saka Kalpataru, sebanyak 500 pramuka dari sekolah ADIWIYATA, dengan kegiatan antara lain pendidikan  pengurangan sampah, pemanfaatandan daur ulang, serta pembelajaran tentang konservasi satwa dan tumbuhan serta taman nasional dan konservasi laut.
Dalam puncak acara Hari Lingkungan Hidup ini juga diterbitkan dan akan diluncurkan sampul hari pertama oleh PT. POS INDONESIA dengan tema Peduli Lingkungan Hidup, atas kerjasama kami bersama Menteri Komunikasi dan Informasi. Pada kesempatan ini kami mohon perkenan Bapak Presiden untuk dapat menandatangani perangko ajakan untuk menanam pohon paling sedikit 25 pohon seumur hidup. Kampanye menanam 25 pohon telah kami rintis sejak hampir dua tahun lalu dan sedang terus dikembangkan ke tengah-tengah masyarakat,dengan berbagai pola dan  dukungan para penggiat lingkungan, DAS, sungai, danau, gunung, pesisir pantai, taman kota dan segala penjuru bumi Indonesia. 

Selanjutnya ijinkan kami melaporkan tentang Landmark Hutan Indonesia untuk Rakyat, yang kami mohon dapat diresmikan oleh Yth.Bapak Presiden RI.  Landmark ini menjadi penanda kebijakan perhutanan Indonesia dalam koridor baru konfigurasi pemanfaatan hutan yang  berimbang, antara ekonomi dan lingkungan, antara usaha rakyat dan korporat, serta antara produktivitas dan konservasi/perlindungan. Hutan Indonesia untuk rakyat diinspirasi para tokoh masyarakat dan penggiat lingkungan WALHI, WWF, dll termasuk artis-artis  seperti Glenn Fredly, Meilani Subono, Opie Andaresta, Nugie , Ully Rusadi dan  banyak artis lainnya yang juga adalah pecinta lingkungan, serta para penggiat media sosial, dan semua pihak  yang kami pahami tiada henti memperjuangkan hutan untuk kesejahteraan. Hutan itu Indonesia, demikian kata Glenn  dkk, Dan Hutan Indonesia Untuk Rakyat, itulah yang terefleksikan dari kebijakan-kebijakan Bapak Presiden dalam upaya terus menerus membangun Ekonomi yang Berkeadilan.

Bapak Presiden telah menegaskan kebijakan ekonomi berkeadilan dengan formulasi diantaranya peran sumberdaya lahan, masyarakat dan kesempatan yang diberikan atau aksesmasyarakat. Hutan Indonesia untuk rakyat, disitulah kesempatan itu ditekankan oleh Bapak Presiden. Dan sumber daya hutan ditegaskan dalam hal pemanfaatannya. Inilah pertanda kebijakan Presiden yangsudah dimulai di beberapa tempat dengan pengakuan hutan adat secara resmi, aktivitas aktual hutan-hutandesa di berbagai wilayah diIndonesia, serta Hutan Tanaman Rakyat yang sedang terus menggeliat.

Langkah ini penting sebagai langkah corrective measures, kebijakan, implementasi, praktekdan pendekatan yang terus menerus diperbaiki bagi kepentingan rakyat banyak. Implementasinya harus terus menerus berkesinambungan, agar tujuan nasional bisa dicapai dan cita-cita nasional bisa diwujudkan, yaitu untuk masyarakat sejahtera, drmikian yang  ditekankan Bapak Presiden kepada kami dan Menteri lainnya.

Pada kesempatan ini kami mohon perkenan kesediaan BapakPresiden untuk menandai peresmian Landmark Hutan Indonesia untuk Rakyat, dengan penandatanganan prasasti fosil kayu jati dengan usia geologis jutaan tahun, ditemukan pada Juli 2014 di kedalaman 12 meterdibawah tanah  di Balaraja  Provinsi Lampung. Kami harapkan Bapak Presiden juga berkenan menanam pohon jati Presiden, sebagai Landmark Hutan Indonesia untuk Rakyat di Arboretum  di sebelah ini.

Bapak Presiden Yang Kami Hormati,

Kami juga ingin melaporkan kegiatan Pekan Nasional Perubahan Iklim,  berupa pameran dan diskusi publikyang dimulai pagi ini sampai dengan tanggal 4 Asgustus, berkenaan dengan upaya menjelaskan kepada publik kemajuan teknis dan pelaksanaan pengendalian perubahan iklim, Paris Agreement, dengan  sasaran kontribusi penurunan emisi gas rumah kaca atau NDC yang telah ditargetkan 29 % sampai 41 % hingga tahun 2030. Pada booth pameran di gedung Blok II dan IIIdisjaikan display atau pameran instrumen-instrumen dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim seperti Sistem Registri Nasional, pengendalian kebakaran hutandan lahan, system monitoring gas rumah kaca, juga contoh-contoh nyata dari masyarakatdalam upayapengendalian perubahan iklim atau show case good practices, dengan partisipasi berbagai unsur aktivis, Pemda, dunia usaha dan Pemerintah Pusat.

Bapak Presiden Yang Kami Hormati,

Terakhir, berkenaan dengan tentang Rapat Kerja Nasional dengan tema, Hutan, Lingkungandan Iklim yang Berkeadilan, direncanakan akan berlangsung tanggal 2 s.d tanggal 4 Agustus 2017.Tujuan utama Rakernas untuk menyamakan derap langkah pusatdan daerah serta pemerintah dan masyarakat, aktivis, akademisi, dan profesional dunia usaha di dalam pembangunan sektor lingkungan hidup dan kehutanan. Semuanya untuk tujuan kesejahteraan dan keadilan.Untuk itu kami mohon perkenan Yth.Bapak Presiden untuk membuka secara resmi Rakernas Hutan dan Lingkungan Hidup Tahun 2017 serta memberikan pengarahan kepada peserta Rakernas 2017 yang hadir pada pembukaannya  saat ini.

Tak lupa kami menyampaikan terima kasih atas dukungan penyelenggaraan rnagkaian kegiatan hari ini,  terima kasih kepada seluruh jajaran  tim kerja KLHK, dan  terima kasih atas perkenan Yth Bapak Presiden. Kami mohon maaf untuk hal-hal yang kurang pantas atau belum pas.

Demikian, wabillaahi taufik wal hidayah,
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Jakarta, 2 Agustus 2017
Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan

Siti Nurbaya

 
 
 
 
 
 
 
 
Move
-

Terbaru dari Siti Nurbaya

Top Headline
KLHK Lakukan Patroli Sampah di Jalur Mudik

 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus berupaya melakukan edukasi pemudik terutama yang menggunakan jalur darat untuk ramah lingkungan. Edukasi dilakukan dengan melibatkan Pemda, Jasa Marga, dan Polres melakukan patroli sampah di sepanjang jalur mudik.

"Tujuan edukasi mengajak masyarakat ikut mengelola sampah secara benar. Polanya tim KLHK bersama tim Jasa Marga/jasa marga properti, serta tim Dinas LH bersama-sama dalam patroli di jalur mudik," ungkap Menteri LHK Siti Nurbaya, Senin (18/6/2018).

Ia telah menugaskan Direktur Jenderal Pengolahan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, mengawal langsung langkah ini di lapangan.  Rapat-rapat dengan Polres, Dinas LH dan Jasa Marga dilaksanakan.
Beberapa catatan telah diberikan setelah Menteri Siti langsung melakukan peninjauan ke beberapa rest area jalan tol Jakarta-Cikampek pada H-2 Idul Fitri lalu.

"Koordinasi terus dilakukan Dirjen dan Direktur. Patroli sampah bersama akan dilaksanakan pada tempat-tempat rest area dan juga sepanjang jalan tol pada lokasi-lokasi spontan tempat masyarakat berhenti dan istirahat," kata Menteri Siti.

Pola ini nantinya terus dilakukan secara konsisten, dengan harapan perlahan bisa membentuk budaya bersih di kalangan masyarakat. Terlebih lagi pemerintah butuh dukungan serius untuk mewujudkan target ambisius Indonesia bebas sampah 2020.

Kesadaran dan upaya 3R (Reduce, reuse, recycle atau pembatasan, guna ulang, dan daur ulang) patut ditingkatkan di masyarakat. Hal ini penting sekali untuk bisa merefleksikan bahwa kita bisa punya budaya yang lebih baik, budaya bersih dan sehat. Read More...

Hari Raya Kedua, Menteri LHK Pantau Karhutla dari Udara

 Meski masih dalam suasana libur lebaran, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar sudah langsung turun ke lapangan memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Selain mengawasi laporan Karhutla setiap hari, saya kemarin memantau penanganan Karhutla dengan melakukan flyover ke beberapa daerah," kata Menteri Siti, Minggu (17/6/2018).

Pemantauan lewat udara yang dilakukan pada akhir pekan, atau hari kedua Idul Fitri ini meliputi beberapa titik rawan karhutla di wilayah Sumatera.

Menteri Siti mengucapkan terimakasih atas dedikasi anggota Manggala Agni KLHK, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan jajaran terkait lainnya yang bahu membahu tanpa kenal lelah mengatasi Karhutla di musim kemarau seperti saat ini.

"Meski masih dalam suasana libur lebaran, namun tim lapangan ini tetap bekerja keras menjaga Indonesia bebas bencana asap. Saya sangat berterimakasih pada mereka," katanya.

Dalam beberapa hari ini kata Menteri Siti, Daops Manggala Agni intens melakukan pemadaman Karhutla di Aceh Selatan, dibantu Manggala Agni Daops Sibolangit.

"Alhamdulillah titik api sudah mati. Karhutla di Ketapang, Kalbar, juga berhasil diatasi. Namun begitu Daops Manggala Agni tetap saya minta waspada," katanya.

Tim udara sudah standby di beberapa Provinsi rawan, khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Per tanggal 16 Juni 2018, sudah ada 17 unit helikopter water boombing siaga di 4 Provinsi yang telah menetapkan status darurat. Heli yang sudah siaga merupakan unit dari KLHK, BNPB, TNI AU, dan pihak swasta lainnya.

Adapun water boombing yang telah dilakukan,...

Read More...
Penjelasan Menteri LHK Terkait Upaya Penyelamatan Satwa Orangutan

 Terkait beredarnya video Orangutan Kalimantan yang menjadi pembicaraan di media sosial, serta reaksi masyarakat yang melaporkan hal tsb ke akun medsos saya, berikut beberapa penjelasan mengenai hal tsb:

1. Saya ucapkan terimakasih atas perhatian masyarakat yang mempertanyakan perihal beredarnya video ini. Kepedulian masyarakat dengan nge-tag ke akun medsos, saya nilai sebagai bentuk kepedulian kita bersama terhadap lingkungan hidup lestari beserta habitat yang ada di dalamnya. Saya apresiasi sebagai bentuk kecintaan kita pada Indonesia.

2. Video tersebut bukanlah video baru melainkan sudah beredar sejak tahun 2013. Dimasa itu dan masa-masa sebelumnya, penggarapan izin di lahan gambut masih berjalan.

Namun sejak saya menjabat sebagai Menteri LHK, dan pasca kebakaran hutan dan lahan yang begitu hebat pada tahun 2015, melalui Instruksi Presiden telah dilakukan moratorium izin di seluruh kawasan gambut. Pemulihan ekosistem gambut sangat mendesak dilakukan, salah satunya karena sangat rentan terbakar.

Alhamdulillah, dengan berbagai regulasi, kerja keras semua pihak, dan penegakan hukum, Indonesia akhirnya pertama kali setelah hampir dua dekade, merasakan bebas bencana Karhutla secara Nasional. Indonesia juga selama 2,5 tahun terakhir, tidak lagi menjadi negara 'pengekspor' asap ke negara tetangga.

3. Lanskap Sungai Putri di Kabupaten Ketapang, provinsi Kalimantan Barat, yang menjadi lokasi dalam video yang beredar, merupakan salah satu konsentrasi wilayah gambut yang menjadi perhatian utama KLHK, karena disini masih menjadi 'rumah' bagi habitat Orangutan, satu dari 25 spesies prioritas yang dipantau...

Read More...
Arti Penting WTP Bagi Menteri LHK Siti Nurbaya

 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan tahun 2017. Opini tertinggi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI ini memiliki arti penting bagi Menteri LHK Siti Nurbaya.

Menurutnya WTP mengandung tiga hal. Pertama, tidak melanggar hukum. Kedua, tidak ada transaksi tersembunyi. Ketiga, tertib anggaran dan tertib administrasi.
 
''Jadi kalau tidak  WTP berarti ada yang salah atau kurang dari hal-hal tersebut pada pekerjaan yang dilakukan,'' kata Menteri Siti di Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Capaian opini WTP ini kata Menteri Siti sangat berarti buat birokrasi. Termasuk buat Menteri yang mengemban fungsi politik eksekutif.

Diantaranya meliputi fungsi simbolik dengan membangun kepercayaan rakyat, fungsi decission making atau pengambilan keputusan, fungsi birokrasi yang memimpin seluruh jajaran birokrat, fungsi populis dengan memperhatikan dan melakukan hal-hal yang menjadi perhatian rakyat, serta fungsi krisis, yakni melangkah cepat dan tepat pada kondisi krisis.


Ia kembali mengingat ketika menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPD RI. Saat itu hanya ada tiga lembaga yang meraih WTP, salah satunya tempat ia bertugas.

Kini raihan WTP berhasil pertama kali didapat KLHK, setelah penggabungan dua kementerian yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan.


''Jadi sekali lagi, buat saya, WTP ini sangat berarti. Terimakasih untuk kerja keras seluruh jajaran KLHK,'' tegasnya.

Sementara itu, Sekjen KLHK Bambang Hendroyono mengatakan raihan WTP ini tidak terlepas dari berbagai...

Read More...
HLH di Ramadan, Menteri LHK: Saatnya Adil pada Lingkungan


Setiap tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup se-Dunia. Tahun ini tema utama yang diangkat mengendalikan sampah plastik. Negara-negara di dunia termasuk Indonesia menabuh genderang gerakan bersama mengatasi sampah yang sulit terurai dan mengancam lingkungan hidup ini.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar mengatakan upaya 3R (Reduce, reuse, recycle atau pembatasan, guna ulang, dan daur ulang) patut ditingkatkan demi menjaga alam.

''Hari lingkungan hidup yang bertepatan di bulan Ramadan hendaknya jadi momentum penambah semangat kita, untuk berperilaku adil terhadap lingkungan,'' tegasnya dalam sambutan HLH 2018 di Jakarta, Selasa (5/6).

Dalam sambutan yang juga dibacakan serentak ke unit kerja KLHK di seluruh Indonesia, Menteri Siti mengatakan perlu upaya bersama dan kolaborasi semua pihak, pemerintah/Pemda, masyarakat dan dunia usaha untuk mengendalikan sampah plastik.

Komposisi sampah plastik di Indonesia saat ini sekitar 16 % dari total  timbulan sampah secara nasional. Sementara  komposisi sampah  plastik  di  kota-kota  besar seperti Jakarta,  sekitar  17 %. Sumber utama sampah plastik berasal dari kemasan (packaging) makanan dan minuman, kemasan consumer goods, kantong belanja, serta pembungkus barang lainnya.

Dari total timbulan sampah plastik, yang telah  didaur ulang diperkirakan  baru 10-15% saja. Selain itu 60-70 % ditimbun di TPA, dan 15-30 % belum terkelola dan terbuang ke lingkungan terutama lingkungan perairan seperti sungai, danau, pantai dan laut.

Diperlukan kebijakan dan setrategi yang tepat dengan tujuan akhir melaksanakan pembangunan...

Read More...
Ingin Melapor ke Menteri LHK? Bisa via Medsos Saja


Berdasarkan data terakhir Tetra Pak Index (2017), jumlah pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 132 juta, dan 40 persen diantaranya pengguna aktif media sosial. Jumlah ini terus mengalami peningkatan signifikan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, sangat menyadari kekuatan medsos. Menurutnya sekarang setiap warga negara bisa menjadi sumber dan penyampai berita, terlepas apakah berita itu benar atau tidak untuk disampaikan kepada yang lain.

''Karenanya diperlukan respon cepat pemerintah terutama menghadapi isu yang berkembang di lapangan. Karena jika tidak, berita yang tidak benar atau hoax justru dipercaya menjadi kebenaran,'' kata Menteri Siti dalam rilis yang disampaikan ke media, Jumat (1/6/2018).

Pentingnya keberadaan medsos ini diangkat KLHK dalam pertemuan diskusi rutin Green Ramadan, sehari sebelumnya. Pada kesempatan ini Menteri Siti ikut hadir dalam acara yang mengangkat tema 'Media Sosial untuk Indonesia Hijau'.

''Dengan luas hutan Indonesia mencapai 126 juta ha serta masalah lingkungan termasuk udara, tanah dan air di seluruh wilayah Indonesia yang begitu luasnya, tentu keberadaan medsos sangat membantu kerja kami,'' kata Menteri Siti.

Saat ini seluruh unit kerja di KLHK telah memiliki akun media sosial. Semuanya saling terhubung, bekerja sama untuk mensosialisasikan program dan kinerja pemerintah. Selain itu juga menerima laporan-laporan dari netizen terkait temuan di lapangan.

''Setiap hari selalu ada tautan dari akun masyarakat ke medsos saya tentang laporan kejadian lingkungan maupun kegiatan masyarakat seputar...

Read More...
Delicious! Kuliner Lezat dari Hasil Hutan

 Ada yang berbeda jelang buka puasa di lingkungan Manggala Wanabakti, Senin (28/5/2018). Jika biasanya lobi utama gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan diisi dengan kegiatan perkantoran, kali ini justru riuh dengan demo masak.

Chef Yulia Zenith dan Chef Surya Caesar menunjukkan keahlian mereka mengolah masakan lezat dari hasil hutan Indonesia.

Di antaranya kuliner Choco Forest, Choco Nutty Log cake yang berbentuk pohon, minuman Silva Pesona dan Sup Hutan Nusantara. Semuanya berasal dari tanaman hasil hutan, salah satunya buah cokelat. Hmm...delicious!

"Semoga tidak ada yang batal puasa karena melihat demo masakan dari para chef ini," canda Menteri Siti saat membuka acara Green Ramadan yang mengangkat tema 'Hutan Sehat, Kuliner Murah'.

Green Ramadan merupakan acara 'ngabuburit' ala KLHK yang rutin digelar setiap Senin dan Kamis selama bulan puasa. Pada kesempatan ini digelar diskusi berbagai tema dan berlangsung secara terbuka.

Sejumlah bintang tamu turut meramaikan acara yang dirangkai dengan buka puasa bersama Menteri LHK Siti Nurbaya dan jajarannya.

Hadir juga penyanyi dan aktivis lingkungan Oppie Andaresta,  Putri Pariwisata 2017 Astira Intan Vernadeina,  Miss Earth Indonesia 2017 Michelle Victoria Airiani dan salah satu perwakilan dari Majalah Kartini Intan Mahalia.

Acara ini juga dimeriahkan sejumlah kuis dengan hadiah utamanya jalan-jalan ke Taman Nasional gratis. Turut hadir ratusan pecinta kuliner tanah air dan aktivis lingkungan serta masyarakat

"Semoga ini menjadi pendorong gaya hidup sehat dengan berkuliner murah dari hasil hutan yang pada...

Read More...
Permasalahan Tanah Dalam Kawasan Hutan Akan Diselesaikan


Menteri Lingkungan Hidup Kehutanan, Siti Nurbaya, menghadiri Rapat Koordinasi Tim Percepatan Peraturan Presiden Nomor 88 tahun 2017 tentang Penyelesaian Permasalahan Tanah dalam Kawasan Hutan (PPTKH) di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta (25/05).

Dalam Rakor tersebut, Menteri Siti bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution, membahas rencana rapat kerja dengan 26 provinsi yang telah membentuk tim inventarisasi dan verifikasi untuk pelaksanaan PPTKH.

"Pada kesempatan ini saya menjelaskan mengenai Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) dan Perhutanan Sosial (PS) sebagai bagian terintegrasi dengan upaya tersebut. Saya melaporkan progresnya dan rencana pilot project implementasi TORA di beberapa provinsi", ujar Menteri Siti.

Selain itu, Menteri Siti juga menerangkan kepada para peserta rapat, bahwa sebanyak 264 ribu hektar areal transmigrasi (umum, yang lama) sudah siap untuk disertifikatkan, termasuk beberapa daerah yang telah mendapatkan pelepasan dari kehutanan.

"Direncanakan awal Juni akan dilaksanakan rapat kerja bersama Gubernur, yang dipimpin oleh Menko Perekonomian, bersama-sama dengan Mensesneg, Mendagri, Menteri ATR/BPN, dan KSP, untuk pembahasan lebih lanjut", pungkas Menteri Siti.(*) 












  

Read More...
Bantu Pemerintah, Menteri LHK Apresiasi Pemulung


Kekuatan utama pengelolaan sampah ada pada masyarakat. Diperlukan gerak bersama mengubah sampah jadi berkah. Untuk itu secara Nasional, pemerintah membutuhkan komitmen mulai dari pengusaha, Pemda, pengelola Bank Sampah, komunitas peduli lingkungan, hingga komunitas pemulung.

''Yang paling penting dan paling cepat menyelesaikan masalah sampah adalah kita bersama, melalui gerakan-gerakan masyarakat,'' kata Siti Nurbaya dalam acara Green Ramadan di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

''Kita harus mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pemulung yang sudah membantu kerja pemerintah tanpa diminta,'' tambahnya. 

Data KLHK menunjukkan ada sekitar 5 juta orang pemulung tersebar di 25 propinsi di Indonesia. Kontribusi pemulung di TPST Bantar Gebang dalam mengambil kembali sampah yang dapat didaur ulang mencapai 420 ton/hari.

''Ini adalah potensi yang cukup tinggi dan baik melalui pelibatan pemulung di TPA, sehingga sampah yang ditimbun di TPA dapat berkurang,'' katanya.

Menteri Siti Nurbaya juga mengapresiasi semakin berkembangnya Bank Sampah di masyarakat. Hal ini disebutnya dapat menumbuhkan ekonomi sirkular.

Saat ini ada 5.244 bank sampah di 31 propinsi dan 218 kabupaten/kota di Indonesia. Jumlah pelibatan masyarakat di Bank Sampah mencapai 174.904 orang. Bank sampah berkontribusi mengurangi sampah nasional sebesar 1,7%.

Saat ini juga terdapat 722 komunitas gerakan masyarakat yang peduli terhadap pengelolaan sampah. Jumlahnya terus meningkat.

''KLHK sangat mengapresiasi semua gerakan berbasis masyarakat ini,'' kata Menteri Siti.

Dengan berbagai...

Read More...
Tegas! KLHK Gandeng KY Tegakkan Hukum Lingkungan


Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggandeng Komisi Yudisial (KY) dalam penegakan hukum lingkungan. Kerjasama antar lembaga ini dituangkan dalam Nota Kesepahaman (Mou), Rabu (23/5/2018) di Jakarta.

Menteri Siti bersama dengan Ketua KY, Aidul Fitriciada Azhari, sepakat para pihak akan bekerjasama dalam penyelesaian perkara lingkungan hidup dan kehutanan. Terutama mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang hakim saat memutus perkara di bidang LHK.

''Penegakan hukum yang memenuhi rasa keadilan masyarakat, sangat-sangat kita perlukan, mengingat setiap dampak dari kejahatan tersebut, tidak hanya berdampak pada ekologi, tapi juga ekonomi negara,'' tegas Menteri Siti.

Melalui MoU ini, KLHK dan KY akan bersinergi dalam kegiatan pertukaran data dan informasi, pemantauan peradilan bersama, dukungan tenaga ahli, sosialisasi dan kampanye, serta berbagai kegiatan lain yang dapat memperkuat pelaksanaan tugas masing-masing pihak.

Apalagi kasus-kasus yang ditangani oleh KLHK seperti perambahan hutan, illegal logging, dan bentuk pelanggaran hukum lainnya ditentukan oleh putusan hakim pada tahapan memeriksa dan mengadili di pengadilan.

“Saya berharap melalui nota kesepahaman ini kedua instansi dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang oleh hakim saat menangani perkara lingkungan hidup dan kehutanan,'' kata Menteri Siti.

KLHK sendiri telah berkomitmen melaksanakan penegakan hukum lingkungan melalui pendekatan multi instrumen. Mulai dari sanksi administrasi, hukum perdata, hingga hukum pidana. Hal ini dilakukan secara simultan...

Read More...