Wednesday, January 24, 2018

Cerita Menteri LHK Tentang Murid SD tak Bisa Nyanyi Lagu Indonesia Raya

 
JAKARTA-- Ada kisah mengharukan di sela acara penyerahan Anugerah PROPER tahun 2017, di Istana Wakil Presiden, Senin (18/12). Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menceritakan kisah dibalik hadirnya belasan murid SD dari kepulauan Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara. Anak-anak dari sekolah tapal batas ini tampil menyanyikan Lagu Indonesia Pusaka di hadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan perwakilan perusahaan-perusahaan di acara tersebut.

''Lagu ini mereka pelajari pada waktu merayakan kemerdekaan RI tahun 2017. Dulunya anak- anak ini tidak dapat menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lebih hafal menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia,'' ungkap Menteri Siti.

Namun berkat kepedulian pemerintah, dalam hal ini perusahaan PT. Pertamina EP Tarakan, telah dilakukan pembinaan pada sekolah tapal batas.

''Sekolah ini menampung anak-anak tenaga kerja Indonesia di kampung Sebatik yang berada di wilayah Malaysia,'' kata Menteri Siti.

Diceritakannya, untuk meyakinkan para calon orang tua murid, yang mayoritas bekerja di perkebunan kelapa sawit di Bergosong yang telah masuk dalam wilayah Malaysia,  bukanlah sesuatu hal yang mudah.

Tidak banyak orang tua yang mau melepas anaknya menyeberangi perbatasan negara untuk menuju sekolah yang berjarak 4 km atau berjalan kaki lebih kurang 2 jam dari tempat tinggal mereka.

Tantangan Sekolah Tapal Batas juga datang dari petugas perbatasan. Anak-anak dari wilayah Bergosong harus mendapatkan izin polisi Malaysia saat melintasi perbatasan. Tanpa izin, mereka akan dikurung selama dua hari jika tertangkap  karena telah  melanggar lintas batas negara.

''Saat pertama berjalan kaki menuju sekolah, para pelajar terpaksa harus masuk dengan sangat hati-hati,'' jelas Menteri Siti.

Kondisi-kondisi seperti ini membuat penyediaan akses pendidikan bagi anak-anak di kawasan perbatasan menjadi kerja keras dan perjuangan tersendiri. Dengan bantuan pemerintah daerah setempat berkolaborasi  dengan  Pertamina, akhirnya didirikan Sekolah Tapal Batas perbatasan.

''Sekarang terdapat 179 murid madrasah Ibtidaiyah, madrasah Diniyah dan program kesetaraan Paket A,B dan C,'' kata Menteri Siti.

Secara administratif, Pulau Sebatik memang terbagi dua. Pada bagian utara masuk wilayah Malaysia, sedangkan bagian selatan menjadi bagian dari Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

Kepedulian pihak perusahaan pada program kerja pemerintah menjadi salah satu hal terpenting mendorong pembangunan bangsa, terutama pada wilayah-wilayah perbatasan.

Karenanya KLHK turut memberikan anugerah Lingkungan PROPER bagi kalangan perusahaan, yang dilakukan melalui proses evaluasi. Diantaranya Ketaatan evaluasi ketaatan peraturan  pengelolaan  lingkungan hidup; Penerapan sistem manajemen lingkungan; Efisiensi energi; Konservasi air; Pengurangan emisi; Perlindungan keanekaragaman hayati; 3R limbah B3 dan limbah padat Non B3; serta Langkah-langkah pemberdayaan masyarakat.

Untuk tahun 2017, dari 1.819 perusahaan yang dilakukan penilaian, terdapat 19 perusahaan yang mendapatkan tropi PROPER emas. Tropi ini diserahkan Wapres JK didampingi Menteri LHK Siti Nurbaya.(*)