Friday, April 20, 2018

Indonesia Berhasil Atasi Karhutla (Sambutan Lengkap Menteri LHK Pada Rakernas Pencegahan Karhutla 2017)

 
 
SAMBUTAN
MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
PADA RAPAT KOORDINASI PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN TAHUN 2017
JAKARTA,  19 DESEMBER 2017

Yang Terhormat,
  1. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan;
  2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;
  3. Menteri Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia
  4. Para Menteri /Kepala Badan dan Lembaga
  5. Panglima TNI dan KAPOLRI
  6. Para Gubernur  (Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Nangroe Aceh Darussalam, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur; Papua dan Nusatenggara Timur)
  7. Para Bupati dari 12 Propinsi Rawan karhutla
  8. Para Direktur Perusahaan  bidang kehutanan dan pertanian
  9. undangan;

Assalamualaikum Wr.Wb
Salam sejahtera bagi kita semua


Pertama-tama kita panjatkan puji dan syukur kehadiran Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayahNya maka kita dapat berkumpul bersama pada acara Rapat Koordinasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan tahun 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta pada hari ini;

Bapak/Ibu/saudara sekalian
Allhamdulillah Puji Syukur Kepada Tuhan YME, kondisi kejadian kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2017 ini jauh menurun apabila dibandingkan dengan tahun 2015 dan 2016 lalu. Hasil monitoring kami, untuk hotspot tahun 2017 dari deteksi Satelit NOAA 19 terdeteksi hotspot sebanyak 2.565 atau turun sebesar  32,55 % dibandingkan tahun 2016. Untuk satelit Terra/Aqua terdeteksi hotspot sebanyak 2.371 atau turun sebesar 38,08 % dibandingkan tahun 2016. Luasan kebakaran hutan dan lahan pada periode akhir Oktober 2017 sebesar 150.457 Ha, turun sebesar 94,24% dibandingkan tahun 2015 dan  sebesar 65,68% dibandingkatan tahun 2016.

Kondisi ini tentunya tidak terlepas dari iklim yang lebih basah dan upaya Bersama dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang dilaksanakan mulai dari tingkat tapak (desa), kecamatan, kabupaten, provinsi dan di tingkat nasional. Saya atas nama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Gubernur dan pimpinan TNI/POLRI beserta jajarannya serta seluruh pimpinan perusahaan dan seluruh masyarakat yang telah bahu membahu melaksanakan pengendalian kebakaran hutan dan lahan, mulai dari upaya pencegahan, pemadaman dan penanganan paska kebakaran hutan dan lahan;

Bapak/Ibu/saudara yang saya hormati
Seperti kita ketahui bersama, Presiden Joko Widodo, memberikan amanat penting dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan pada tanggal 23 Januari 2017 di Istana Negara untuk menetapkan kondisi siaga darurat yang lebih dini,  meningkatkan sinergi para pihak dalam optimalisasi upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta melaksanakan upaya pencegahan mulai dari tingkat tapak.

    Amanat ini telah ditindaklanjuti dengan berbagai langkah nyata di tingkat lapangan, mulai dari penetapan kondisi siaga darurat di tingkat provinsi yang lebih responsif terhadap kondisi di lapangan, pembentukan dan pengaktifan satgas mulai dari satgas provinsi, kabupaten sampai dengan satgas desa. Upaya ini didukung dengan operasi lapangan mulai dari pencegahan dengan pengaktifan patroli terpadu pencegahan kebakaran hutan dan lahan di 300 posko desa dengan jangkauan 1203 desa rawan kebakaran hutan dan lahan di 8 provinsi rawan dengan pelaksana dari Manggala Agni KLHK, personil TNI, POLRI, personil dari pemerintah daerah dan dari masyarakat desa rawan kebakaran.

    Kontribusi dari pihak perusahaan bidang kehutanan dan perkebunan juga semakin meningkat dengan pemenuhan kewajiban pengendalian kebakaran hutan dan lahan mulai dari pemenuhan sumber daya manusia, sarana prasarana, sistem dan organisasi serta dukungan pendanaan. Beberapa perusahaan juga sudah menginisiasi pembentukan Desa Siaga Api, Desa Peduli Api dan beberapa inovasi lainnya yang mendukung upaya pencegahan berbasis masyarakat di tingkat tapak.

Bapak/Ibu dan saudara sekalian
Terkait dengan sinergi para pihak, kami melihat bahwa kondisi tahun 2017 lebih baik lagi dibandingkan tahun sebelumnya. Berbagai upaya yang dilaksanakan oleh Kementerian Koordinator bidang Polhukam, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian LHK, BNPB di tingkat pusat serta pemerintah daerah beserta jajarannya dalam merangkai koordinasi mulai dari pusat sampai ke daerah dimulai dengan berbagai rapat koordinasi, melakukan aksi bersama di tingkat lapangan dan komunikasi yang lebih intensif telah memperlihatkan banyak perbaikan dalam membangun sistem pencegahan.

    Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan untuk tahun 2017 juga terlihat lebih terarah ke tingkat tapak dengan mulainya pemetaan desa rawan,  pelaksanaan patroli terpadu pencegahan kebakaran dan berbagai upaya pencegahan lainnya di desa rawan tersebut.

    Pada tahun 2017 ini, upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan juga terlihat lebih terorganisir dengan aktifnya satgas-satgas yang telah dibentuk secara berjenjang. Kondisi ini sangat membantu cepatnya respon satgas untuk melakukan pemadaman sedini mungkin. Pada kondisi kebakaran pada remote area dan yang tidak dapat ditangani oleh satgas darat, dukungan pemadaman udara dilaksanakan dengan cepat oleh satgas udara dengan melibatkan pesawat dan heli dari BNPB dan KLHK serta perusahaan perkebunan dan kehutanan.

    Upaya terpadu juga dilaksanakan dengan baik pada sisi penegakan hukum pada kasus-kasus kebakaran hutan dan lahan. Kesepahaman antara penegak hukum di tingkat lapangan sudah mulai terbangun dengan baik sehingga mempermudah proses penegakan hukum pada kasus kebakaran hutan dan lahan.

Bapak/Ibu dan Saudara sekalian
    Sebagai langkah lanjutan untuk optimalisasi upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, telah disusun Grand Design Pencegahan Kebakaran Hutan dan lahan dan SOP Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian, Bappenas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian dengan melibatkan peran akademisi serta private sector.

    Kedua instrumen ini menjadi sangat penting sebagai peta jalan dan pedoman pelaksanaan pencegahan kebakaran hutan dan lahan berbasis program dan aksi lapangan dengan keterlibatan semua pihak. Sekali lagi perlu ditekankan bahwa pelaksanaan pencegahan kebakaran hutan dan lahan memerlukan sinergi dari semua pihak dan harus menyentuh sampai ke tingkat tapak.

Bapak/Ibu dan Saudara sekalian
    Saya berharap Rapat Koordinasi Pencegahan kebakaran Hutan dan Lahan tahun 2017 ini menjadi momen yang sangat bagus untuk memberikan evaluasi bersama pelaksanaan pencegahan kebakaran dan lahan serta menjadi pijakan untuk optimalisasi upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan tahun 2018.

    Tantangan yang berat pada tahun 2018, memberikan penyadaran untuk kita bekerja bersama-sama mengoptimalkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui peningkatan peran para pihak termasuk di dalamnya pemberdayaan masyarakat.

    Akhirnya, saya menegaskan kembali harus ada niat dan komitmen untuk bekerja bersama, bahu membahu dalam melakukan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Semoga Tuhan YME memberkahi dan menyertai niat, komitmen dan langkah kerja kita.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan,

Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc.
 
 
 

 
 
 
 
 
 
Website dibuat oleh NiagaWebsite.com