Friday, April 20, 2018

Kisah Menteri Siti Nurbaya pada Tiga Siswa Taruna Nusantara

Di tengah kesibukannya sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (MenLHK), Siti Nurbaya Bakar menyempatkan waktu menerima tiga siswa dari Taruna Nusantara, Rabu (20/12) di ruang kerjanya lantai 4 Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta.

Ketiga siswa ini bernama Andira Mega L, Andi Adhyaksa dan Muhammad Daffa Nur. Mereka sangat antusias bertanya tentang kisah hidup Siti Nurbaya, hingga dipercaya sebagai Menteri kabinet kerja Jokowi-JK periode 2014-2019.

Diceritakan mantan Sekjen Depdagri ini, bahwa didikan sang Ibu telah membentuknya menjadi pribadi dengan mental pekerja keras, tanggungjawab dan penuh disiplin.

Pernah saat masih kecil, ketika tinta penanya tumpah, ia tak berani memberitahunya pada sang Ibu.''Saya bertanggungjawab dengan mengumpulkan uang jajan untuk mengganti tinta itu,'' kisah Menteri alumni IPB ini.

Siti Nurbaya pernah merasa sangat terpukul saat Ibunya meninggal dunia, sesaat jelang ia masuk ke Perguruan Tinggi. Namun berkat semangat yang diajarkan sedari kecil, ia berhasil menamatkan pendidikan dan meneruskan pendidikan di International Institute for Aerospace Survey and Earth Science (ITC), Enschede, Belanda, serta S3 IPB dengan Siegen University, Jerman.

Dalam dunia birokrasi, kiprah Siti Nurbaya dimulai dari jenjang karir paling bawah, hingga menduduki beberapa posisi setrategis. Sebagai PNS, ia terakhir menjabat sebagai Sekjen DPD RI.

''Motto hidup yang terpenting itu adalah kejujuran. Pintar itu penting, tapi mengedepankan kejujuran jauh lebih penting,'' tegasnya.

Ketiga siswa Taruna Nusantara juga sempat menanyakan pandangan Siti Nurbaya, perihal kebijakan-kebijakan KLHK yang terkadang banyak mendapatkan penolakan.

Menurutnya penolakan yang terjadi itu wajar, karena setiap kebijakan tentu bersinggungan dengan banyak kepentingan. Contohnya saja di KLHK, saat diterapkan kebijakan yang belum pernah ada sebelumnya, atau lebih tegas dari sebelumnya, maka ada saja pihak-pihak yang merasa terganggu.

''Yang penting pemerintah posisinya harus selalu objektif, tidak boleh berpihak. Karena pemerintah adalah simpul dari segala negosiasi antar pihak berkepentingan,'' ungkap Menteri Siti.

''Peran pemerintah itu tidak boleh lalai. Kuncinya adalah komunikasi, sehingga kebijakan yang dihasilkan bisa diterima dan ditaati semuanya demi kebaikan bersama,'' tambahnya.

Diakhir pertemuan, Menteri Siti Nurbaya kembali mengingatkan agar para siswa belajar dengan penuh kesungguhan, dan mempertahankan sikap disiplin untuk menggapai segala cita-cita.

''Jadilah pribadi yang jujur. Karena kejujuran itu modal terpenting dalam hidup kita,'' nasehatnya.(*)
 
 
 
 
 
Website dibuat oleh NiagaWebsite.com