Saturday, May 26, 2018

Menteri Siti Gaungkan Optimisme Hijau Jokowi


Pemerintahan Presiden Joko Widodo, telah melakukan berbagai langkah koreksi terutama pada sektor kehutanan dan lingkungan untuk memperbaiki kesalahan masa lalu.

Meski diakui tidak mudah, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengajak semua pihak untuk tetap optimis.

''Kita semua tahu sungguh tidak mudah, mari bersama kita atasi masalah-masalah lingkungan dengan penuh Optimisme,'' kata Menteri Siti dalam dialog Nasional bertema 'Politik Lingkungan dan Perhutanan SOsial' sebagai rangkaian peringatan Hari Bumi di Sumatera Utara, Minggu (22/4).

Saat ini pemerintah tengah gencar melakukan langkah koreksi di sektor kehutanan dan lingkungan hidup. Tujuannya agar masyarakat semakin sejahtera dan hutan tetap lestari.

''Mari kita bangun bersama Optimisme hijau menyongsong satu abad Indonesia di tahun 2045,'' ajak Menteri Siti.

Dimana saat itu menurut Presiden Joko Widodo sebagai tahun keemasan Indonesia karena Indonesia diproyeksikan menjadi negara terbesar ke 4 di dunia setelah China, India dan Amerika Serikat.

''Kita songsong Indonesia 2045 dengan aktualisasi dari langkah koreksi yang telah didorong oleh Bapak Presiden,'' tegas Menteri Siti.

Beberapa langkah koreksi yang dilakukan, diantaranya mengatasi ketimpangan penguasaaan ruang/sumber daya alam yang telah berlangsung lama; Pemulihan kualitas lingkungan (darat, air, udara, laut dan pesisir) dari perusakan dan pencemaran; Gerakan Zero Waste; Mencari model ekonomi hijau yang dapat mengantarkan pada Keadilan, Kesejahteraan, Kelestarian serta pemulihan lingkungan hidup untuk kepentingan antar generasi.

Khusus mengatasi masalah ketimpangan penguasaan lahan, izin yang semula lebih besar untuk sektor swasta, di era Presiden Jokowi menjadi lebih berpihak pada rakyat. Salah satunya melalui program Perhutanan Sosial. Melalui program ini rakyat bisa sejahtera dan hutan bisa tetap lestari.

Iapun mengajak WALHI dan aktivis lingkungan hidup lainnya serta generasi muda untuk terlibat dalam langkah koreksi yang dilakukan pemerintah tersebut.

''Kini sudah saatnya pula untuk mulai dirintis pentingnya kepemimpinan sejak dini di masyarakat dalam concern lingkungan. Saya mengajak upaya atau langkah untuk perintisan tersebut,'' kata Menteri Siti.

Sudah saatnya dibutuhkan kepemimpinan yang berwawasan lingkungan. Untuk itu kata Menteri Siti, perlu dipersiapkan generasi cinta lingkungan. Beberapa rintisan sudah terlihat di kota Surabaya, Bandung, Makassar dll.

''Saya percaya bahwa gerakan bersama seluruh elemen bangsa secara efektif dan massif, dapat menjadi contoh internasional sebagai suatu gerakan masyarakat dari penduduk negara kepulauan terbesar di dunia, yang tak ada pembandingnya,'' tegas Menteri Siti.

Iapun mengajak WALHI dan para aktivis untuk melihat kembali langkah historik misalnya model pendidikan Paralegal dan Green Student Movement, untuk diaktualisasikan dalam pola yang sesuai kondisi masyarakat saat ini.

''Sungguh masih sangat banyak pekerjaan yang perlu kita selesaikan bersama. Let us do our best for our Country, for the earth. Selamat Hari Bumi 2018,'' kata Menteri Siti.(*)