Wednesday, January 24, 2018

Manggala Agni Berhasil Padamkan Api di Kalimantan

Penanganan Karhutla 2017

JAKARTA -- Brigade pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), berhasil memadamkan titik api di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Kebakaran yang terjadi pada areal seluas kurang lebih 8 Ha berhasil dipadamkan Manggala Agni Daops Tanah Laut bersama-sama personel KPHP dalam waktu 3,5 jam melalui upaya pemadaman darat.

Satgas Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tetap melakukan kegiatan Monitoring/ deteksi dini dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Selatan dengan mengoperasikan 1 (satu) unit pesawat Helly Bell 412.

"Dalam melakukan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, harus bersinergi antar satgas darat dan satgas udara. Kedua lini harus siap siaga melakukan penanggulangan. Sinergi yang kuat, akan mempercepat upaya penanggulangan karhutla sehingga kebakaran hutan dan lahan dapat segera diatasi", tandas Raffles B. Panjaitan, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

Satgas Udara KLHK melakukan patroli udara di wilayah Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Laut pada Selasa (19/09/2017) pukul 15.55 WIB. Dari patroli udara terpantau titik kebakaran di Tamban dan Martapura Barat, namun Helly belum perlu melakukan water boombing karena api sudah berhasil dipadamkan oleh Manggala Agni melalui pemadaman darat.

Sementara itu, Manggala Agni Daops Pangkalan Bun Kalimantan Tengah juga berhasil memadamkan kebakaran di Jl. Padat karya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, seluas kurang lebih 1 Ha.

Manggala Agni Daops Sangkima, Kalimantan Timur berhasil melakukan pemadaman di Desa Sangatta Selatan Jl Poros Bontang-Sangatta Km 13, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur. Kebakaran terjadi pada beberapa titik, yaitu pada koordinat N 00.44248 E:117.48115 seluas 0,7 Ha, koordinat N 00.47102 E 117.48189 seluas 1 Ha dan koordinat N 0.462968 E 117.439308 seluas 5 Ha. Semua kebakaran hutan dan lahan dapat ditanggulangi atas kerjasama Manggala Agni Daops Sangkima bersama-sama dengan Polri, TNI dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Raffles B. Panjaitan menjelaskan bahwa hasil pemantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK terutama berdasarkan satelit TERRA AQUA NASSA dan LAPAN hari Selasa (19/09/2017) menunjukkan kenaikan jumlah hotspot terutama di wilayah Kalimantan. Kondisi ini harus segera diwaspadai oleh semua pihak terutama Manggala Agni dan Satgas Udara KLHK, dengan mensiagakan personil pemadaman darat dan juga satgas pemadaman udara.

Pantauan Hotspot berdasarkan Pemantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, hari Selasa pukul 20.00 WIB data Satelit NOAA menunjukkan terdapat 16 titik di seluruh wilayah Indonesia. Hotspot tersebut tersebar di Sumatera Selatan 6 titik, Lampung 4 titik, Riau, Kalimantan Utara, Sumatera Barat, Bangka Belitung, dan Bengkulu masing-masing 1 titik.

Di waktu yang sama, satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ?80%, menunjukkan terdapat 67 titik. Jumlah hotspot paling banyak terdapat di Kalimantan Timur yaitu 17 titik, selebihnya di Sulawesi Selatan 11 titik, Bali 11 titik, Kalimantan Selatan 5 titik, Sulawesi Barat 5 titik, Sulawesi tengah 4 titik, Sulawesi Tenggara 2 titik, Jawa Timur 3 titik, Nusa Tenggara Barat 2 titik, dan Nusa Tenggara Timur 7 titik.

Data yang hampir sama ditunjukkan Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level 80%, yaitu 62 titik di seluruh wilayah Indonesia dengan rincian Kalimantan Timur 15 titik, Sulawesi Selatan dan Bali masing-masing 9 titik, Nusa Tenggara Timur 8 titik, Sulawesi Barat 5 titik, Sulawesi Tengah 6 titik, Sulawesi Tenggara 2 titik, Nusa Tenggara Barat 4 titik, dan Jawa Timur 1 titik.

Dengan demikian, menurut Raffles jumlah hotspot (NOAA) sampai saat ini sejumlah 2.037 titik, menurun sebanyak 1.156 titik (36,02%) dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 3.193 titik. Sedangkan data TERRA AQUA (NASA) (confidence level >80%) menurun 1.994 titik (57,93%), dari semula 3.442 titik di tahun 2016, menjadi 1.448 titik.

Berdasarkan pantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di seluruh wilayah Indonesia rata-rata terpantau pada level BAIK, kecuali Kota Palembang dan Kota Samarinda dengan kualitas SEDANG, pada angka 55 dan 77.(***)