Wednesday, January 24, 2018

Manggala Agni KLHK Aktifkan Posko Desa Atasi Karhutla

Penanganan Karhutla 2017

JAKARTA-- Titik api terpantau muncul di beberapa wilayah Indonesia. Di Kalimantan Barat, suhu terasa panas karena matahari sedang berada tepat di ekuator. Selain itu hotspot meningkat karena banyaknya aktivitas masyarakat yang sedang membersihkan lahan untuk penyiapan lahan pertanian/perkebunan.

Titik api terpantau juga di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Bangka Belitung, dan Sumsel.

Mengantisipasi hal tersebut Brigade Dalkarhutla Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Manggala Agni, bersama dengan TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) terus menggiatkan patroli terpadu. Patroli tidak hanya dilakukan di Kalimantan Barat, namun juga di tujuh provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan lainnya.

Patroli terpadu disertai dengan mengaktifkan posko-posko desa, antara lain di Kalimantan Barat (60 posko desa), Kalimantan Tengah (55 posko desa), Kalimantan Selatan (20 posko desa), Kalimantan Timur (15 posko desa), Sumatera Utara (15 posko desa), Riau (20 posko desa), Jambi (20 posko desa), dan Sumatera Selatan (60 posko desa).

Patroli terpadu yang digagas dan difasilitasi oleh KLHK ini sudah memasuki periode IV yang dimulai serentak pada Jumat (22/09/2017) sampai dengan 21 Oktober 2017. Pada periode ini akan diaktifkan sebanyak 300 posko desa yang menjangkau sebanyak 1.203 desa rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

''Tim patroli terpadu akan terus memantau kondisi daerah rawan Karhutla sampai ke tingkat tapak dan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran,'' kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B. Panjaitan

Selain itu jika terdeteksi adanya hotspot, tim langsung melakukan pengecekan lapangan (groundcheck). Jika ditemukan kebakaran (firespot), segera dilakukan pemadaman awal untuk mengantisipasi meluasnya karhutla.

Patroli terpadu adalah suatu upaya pencegahan dengan menitik beratkan pada perubahan perilaku dan fasilitasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Proses perubahan perilaku ini membutuhkan waktu dan ketelatenan melalui kunjungan intensif kepada masyarakat.
''Dengan interaksi seperti ini antara tim patroli dan masyarakat akan terbentuk hubungan yang baik satu sama lain dalam konteks mencegah karhutla,'' jelas Raffles.

Selain patroli terpadu terpadu yang telah berjalan, Manggala Agni masih terus melakukan pemadaman di beberapa wilayah. Seperti di Kalimantan Barat, pemadaman dini dilakukan Manggala Agni Daops Sintang di Dusun Sabang Laja, Kabupaten Sintang.

Di Sumatera Selatan, Manggala Agni Daops Banyuasin melakukan pemadaman di tiga lokasi, yakni di Kabupaten Ogan Ilir, di Kecamatan Pemulutan, dan di Kecamatan Talang Kelapa, Kab. Banyuasin. Manggala Agni Daops Lahat, Sumatera Selatan juga melakukan pemadaman di tiga lokasi.

Berkat berbagai upaya yang dilakukan, hingga tanggal 22 September 2017, berdasarkan hasil pantauan satelit NOAA19 total hotspot sebanyak 2.197 titik, sedangkan pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.214 titik. Artinya terjadi penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.017 titik atau 31,64 persen.

Sementara berdasarkan pantauan satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level >80%, total hotspot sebanyak 1.561 titik. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.457 titik. Artinya terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.896 titik atau 54,84 persen.(**)