Friday, September 17, 2021

Milenial Menjawab Tantangan Adaptasi Bidang Lingkungan


Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, memberikan apresiasi kepada generasi muda pemenang Lomba Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2021 sekaligus memperingati Puncak Acara Hari Ulang Tahun RI ke-76. Acara dikemas dalam Webinar Kita Bincang Santai “KITA BISA” yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan secara virtual, Rabu (18/8).

“Lomba yang diselenggarakan mendapat respons sangat positif dari pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia, dengan banyaknya peserta yang menyampaikan hasil karyanya untuk dilombakan. Ini menjadi bukti bahwa kondisi pandemi Covid-19 tidak membatasi kreativitas masyarakat untuk memberikan kontribusi yang baik kepada lingkungan dan alam kita,” ujar Menteri Siti dalam arahannya.

Lebih lanjut, Menteri Siti menjelaskan bahwa masa pandemi ini menjadi pembelajaran untuk melahirkan berbagai solusi yang tidak hanya mengatasi penderitaan akibat pandemi tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan bahkan mungkin peradaban manusia. Kondisi ini juga tantangan bagi pemuda Indonesia, agar siap menjadi pelopor untuk bermigrasi ke cara-cara baru di era Revolusi Industri 4.0 sehingga bisa bekerja lebih efektif, lebih efisien, dan lebih produktif, dengan situasi yang ada.

Menteri Siti mengungkapkan, Bapak Presiden Joko Widodo telah berulang kali mengajak untuk melakukan adaptasi. Langkah ini harus nyata pada aspek lingkungan. Perubahan dan penyesuaian dalam penanganan aspek lignkungan era pandemi harus ada referensinya dan harus beraktualisasi. Kolaborasi dibutuhkan untuk bersama membangun langkah-langkah ke depan dalam kolaborasi yang erat. Menteri Siti menyatakan mendukung penuh upaya pengembangan lanjut dari langkah-langkah yang sudah dirintis dengan baik oleh pelajar, mahaiswa dan dunia kampus.

“Lomba Desain Pemulihan Lingkungan, Lomba Video Sinematik Lingkungan, dan Lomba Karya Tulis Populer memberikan indikasi bahwa tantangan Bapak Presiden sudah mulai menemukan jawabannya secara positif dan nyata mendapatkan sambutan dari generasi muda Indonesia. Guna menyonsong langkah-langkah Indonesia dalam menghadapi tantangan bidang lingkungan, dampak perubahan iklim, bencana hidrometeorologis, keseimbangan ekonomi dan kelestarian lingkungan dan tentu yang utama dan sangat dekat harus kita selesaikan yakni tantangan pemulihan lingkungan,” kata Menteri Siti.

Mengakhiri arahannya, Menteri Siti mengucapkan selamat kepada para pemenang lomba yang tadi sudah diumumkan. Selain itu apresiasi diberikan juga kepada para peserta lomba yang sudah berpartisipasi.

“Tentu kita semua berharap untuk tetap selalu bersemangat dan terus peduli pada permasalahan lingkungan hidup, sebagai bagian kehidupan keseharian dan diantaranya penting sebagai sistem penopang kehidupan atau life support system yang cukup vital bagi kehidupan manusia,” ucap Menteri Siti.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Siti menyampaikan tiga instruksi lanjut kepada jajarannya. Pertama, bahwa semua desain yang masuk dari peserta lomba merupakan knowledge pooling, yang harus disimpan dengan baik melalui forum Pojok Iklim. Namun demikian, Menteri Siti menegaskan desain engineering penting seperti itu tidak cukup menjadi arsip, tapi perlu dikembangkan panel ahli hingga uji coba penerapannya. Kedua, film dan video yang dilombakan yaitu berjumlah 134 agar diunggah pada akun medsos resmi KLHK dalam kurun waktu tertentu. Ketiga, Menteri Siti juga meminta 326 karya tulis yang dilombakan, untuk diteliti menjadi knowledge pooling di Pojok Iklim.

"Karena inilah bagian dari karya anak-anak Indonesia, karya bangsa Indonesia, tentang lingkungan itu yang sifatnya localize, pengetahuan yang hebat, partisipatory yang hebat, yang mungkin di negara lain belum tentu ada," ujarnya.

Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 mengangkat semangat Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh. Tema ini memiliki makna yang luas dan multidimensi yang meliputi aspek stabilitas dan pembangunan, gerak dan pertumbuhan, ruang kebersamaan, dan persatuan dan harapan.

Tema peringatan HUT RI ini pun sejalan dengan tema peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yaitu Restorasi Ekosistem dengan penekanan pada ajakan untuk menjadi Generasi Restorasi. Kedua tema tersebut jika dielaborasi akan menghasilkan suatu aksi nayata yaitu Semangat Generasi Restorasi Wujudkan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh. HUT RI Ke-76 menjadi momentum agar kita semakin kuat, semakin bersatu, untuk bangsa Indonesia yang tangguh dan bertumbuh di segala bidang, khususnya pelestarian lingkungan dan hutan Indonesia.

Melalui semangat tersebut, Ditjen PPKL KLHK bermaksud untuk mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk ikut serta berpartisipasi untuk mewujudkan Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh melalui potensi dan peran yang dimiliki oleh setiap individu. Salah satu wadah yang diberikan adalah dengan pelaksanaan lomba peringatan hari lingkungan hidup yang diumumkan hari ini.

Lomba Peringatan Hari Lingkungan Hidup yang telah memasuki tahun kedua ini berhasil menjaring banyak peserta, ide, dan juga gagasan dalam upaya perlindungan dan pengelolan lingkungan hidup dan juga pelestarian hutan di Indonesia yang dicermikan dengan tema “Generation Restoration: Reimagine, Recreate, Restore”. Rangkaian perlombaan HLH tahun 2021 terdiri dari:

1. Lomba Desain Pemulihan Lingkungan Tahun 2021, peserta ditantang untuk memberikan gagasan pemulihan untuk rencana pembangunan Ekoriparian Arboretum Sempaja dan Pemulihan Lahan Rumpin yang terintegrasi Persemaian KLHK Rumpin. Jumlah Peserta yang terdaftar sebanyak 379 Peserta dengan latar belakang mahasiswa yang terdiri dari 27 Perseorangan dan 106 kelompok dan berasal dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia dan 1 perguruan tinggi luar negeri. Berikut daftar pemenang lomba:

- Juara Utama, Tim ITUP dari Institut Teknologi Bandung dan Universitas Pendidikan Indonesia untuk Kategori Pemulihan Lahan.

- Juara Favorit Desain, Tim TIGA dari Universitas Udayana dan Universitas Warmadewa untuk Kategori Ekoriparian.

- Juara Favorit Konsep Pemulihan, Tim SERUNI dari IPB University untuk Kategori Pemulihan Lahan.

- Favorit Pemberdayaan Masyarakat, Tim Abimantrana dari Institut Teknologi Sepuluh November untuk Kategori Ekoriparian.

2. Lomba Video Sinematik Lingkungan diikuti oleh 134 peserta yang mengangkat tema terkait dengan kampanye untuk menjadi generasi restorasi dalam upaya mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Berikut daftar pemenang lomba:

- Juara 1, Tim Draft Kuliah dari Wanagama UGM dengan judul “Semangat Restorasi Wanagama Gunungkidul”.

- Juara 2, Tim Ngabukit Diraini dari Saka Kalpataru Belitung Timur dengan judul “UCA REFORESTATION”.

- Juara 3, Tim A. Alif Rozin Natsir dari UIN Alauddin Makassar dengan judul “Anak Sungai Rammang Rammang”.

3. Lomba Karya Tulis Populer diikuti oleh 326 peserta yang berasal dari 206 pelajar Sekolah Menengah Atas dan 120 pelajar dari Sekolah Menengah Pertama seluruh Indonesia. Berikut daftar pemenang lomba:

Kategori SMP

- Juara 1, Rebecca Manurung dari SMP Kristen Tunas Bangsa - Lippo Cikarang, dengan judul “Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup Danau Toba”.

- Juara 2, Naysilla Cahaya Purwandini dari SMP Al Kautsar Malang, dengan judul “Merubah Polusi Sentra Umkm Mebel Menjadi Kreasi Bometasarge (Boneka Media Tanam Serbuk Gergaji)”

- Juara 3, Dimitria Nareswari dari SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, dengan judul “Menjaga Bumi Ala Generasi Muda Masa Kini”.

Kategori SMA

- Juara 1, Sayyidah Fatimah Azzahra dari PKBM Zam-Zam, dengan judul “Lahan Gambut, Superhero Yang Terlupakan”.

- Juara 2, Aulia Nur Zahro & Shofiana Nur Azizah dari MAN 2 Ponorogo dengan judul “Mengubah Wajah Bumi: Penghijauan Dari Rumah”.

- Juara 3, Annisa Amelia Rosa & Azaria Dian Khoirunnisa dari SMA Negeri 02 Semarang dengan judul “Eco Enzyme: Limbah Serbaguna Proteksi Air Bumi”.

Karya-karya peserta yang disampaikan kepada panitia, tidak hanya bagus tetapi juga memberikan masukan dan gagasan baru terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Melalui pemenang Karya Tulis Lingkungan, didapatkan pelajaran bahwa anak usia muda, telah mampu memberikan masukan dan juga gagasan yang bersifat solutif terkait lingkungan.

Dalam laporannya, Plt. Direktur Jenderal PPKL Sigit Reliantoro menyampaikan pelaksanaan Lomba Video Sinematik Lingkungan adalah upaya untuk memberikan wadah kretifitas bagi konten kreator dan sineas muda agar berani menyuarakan isu lingkungan melalui karya mereka. Karya yang dihasilkan tidak hanya mampu bercerita mengenai permasalahan lingkungan dan hutan yang ada di masyarakat, tetapi juga solusi yang dapat diimplementasikan.

“Pelaksanaan lomba tahun ini tidak hanya sekedar menerima karya dan melakukan penjurian. Ditjen PPKL juga memberikan amunisi bagi peserta melalui webinar-webinar yang mendukung penyelesaian karya peserta melalui tajuk Webinar Kita Bincang “KITA BISA” antara lain Webinar Pemulihan Lingkungan, Constructed Wetland, Pembuatan Karya Tulis, dan Pembuatan Konten Kreator,” katanya.

Lebih lanjut, Sigit mengatakan Lomba Desain Pemulihan Lingkungan tahun ini adalah hasil pengembangan dari Lomba Desain IPAL tahun lalu. Lomba Desain Pemulihan ini tahun ini juga tidak hanya mempertimbangkan kelayakan desain pemulihan dan aspek pemulihan fungsi lingkungan tetapi juga memasukan komponen penilaian aspek pemberdayaan masyarakat dan aktivitas ekonomi pasca pemulihan serta pengarustamaan gender. Pembaruan komponen penilaian tersebut, semakin memperkuat agar pemulihan yang dilakukan tidak hanya memiliki nilai manfaat bagi lingkungan tetapi juga untuk kesejahteraan masyarakat lokal serta mencerminkan inklusivitas.

“Pelaksanaan Lomba Peringatan Hari Lingkungan Hidup diharapkan dapat dilanjutkan di tahun selanjutnya sekaligus menjadi ciri khas bagi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selain itu, pelaksanaan lomba di tahun selanjutnya dapat menjadi lebih kompetitif dan berkualitas serta bisa menjadi wadah inkubasi bagi generasi muda untuk lebih mengenal upaya pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan,” ungkap Sigit.

Turut hadir pada acara ini Wakil Menteri LHK Alue Dohong, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama KLHK, Dewan Juri Lomba HLH 2021, perwakilan K/L terkait, Dekan, Wakil Dekan, Kepala Sekolah, dan para Peserta Lomba HLH.


Move
-

Terbaru dari Siti Nurbaya

Top Headline
ASAP Digital Nasional POLRI Strategis Cegah Karhutla


Memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus menjalin koordinasi dan kerjasama lintas kementerian dan lembaga. Salah satunya dengan dukungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang telah meluncurkan Aplikasi ASAP Digital Nasional untuk memperkuat sistem deteksi dini indikasi kejadian karhutla secara digital untuk cakupan nasional.
Penghargaan yang tinggi dan apresiasi disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya kepada Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Listyo Sigit beserja jajaran yang telah menggagas pembangunan Aplikasi ASAP Digital Nasional. Upaya ini menunjukan keseriusan institusi Polri dalam kerjasama penanggulangan karhutla di Indonesia.
“Kami berharap dengan diluncurkanya Aplikasi ASAP Digital Nasional oleh Polri akan memperkuat sistem peringatan dan deteksi dini indikasi karhutla dalam kesatuan sistem yang bekerja di tingkat lapangan sekaligus di tingkat nasional,” ujar Menteri Siti dalam peluncuran aplikasi tersebut di Mabes Polri, Jakarta, (15/9).
Menteri Siti menjelaskan jika Aplikasi ASAP Digital Nasional sangat penting dalam mempercepat respon penanganan kejadian karhutla, khususnya penegakkan hukum karhutla sesuai dengan mandat Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.
“Kita tentu berharap aplikasi ini dapat digunakan bersama-sama, dan dapat diakses oleh semua para pemangku kepentingan dalam pengendalian karhutla secara nasional,” harap Menteri Siti.
Kapolri Listyo Sigit menjelaskan jika Aplikasi ASAP Digital Nasional merupakan sebuah upaya integrasi seluruh kekuatan pengendalian karhutla di Indonesia untuk menjadi satu kekuatan baru yang lebih baik.
"Kegiatan peluncuran Aplikasi ASAP Digital Nasional hari ini sebetulnya adalah mengintegrasikan seluruh potensi yang ada untuk menjadi satu kekuatan baru dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden untuk melakukan pencegahan secara dini dan penanggulangan karhutla," ujar Listyo Sigit.
ASAP Digital Nasional...

Read More...
Diskusi Patricia Espinosa Dengan Delegasi RI: 2 Menteri, 4 Wakil Menteri Dan 2 Dubes RI, Jelang Konferensi Iklim COP 26 Glasgow


Telah berlangsung pertemuan secara daring  antara DELRI: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya serta Menteri ESDM Arifin Tasrif dan 4 wakil Menteri: KLHK, Kemlu, Kementerian BUMN dan Kemenkeu dengan sangat produktif, dengan Sekretaris Eksekutif United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) Patricia Espinosa, yang juga didampingi para direktur dan adviser senior UNFCCC pada Jumat, (10/9).
Pertemuan ini membahas tentang penyelenggaraan Conference of the Parties (COP) ke 26/ COP 26 di Glasgow, Inggris pada 31 Oktober –12 November 2021 menyangkut penjelasan tentang skenario, issue utama dan crucial tentang perubahan iklim dan harapan kepada negara anggota di dunia, serta sebaliknya juga mendengarkan kemajuan agenda dan aksi perubahan iklim di Indonesia dalam agenda lintas  kementerian yang cukup solid dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, yang memberikan atensi besar mengenai agenda GREEN dalam membangun Indonesia.
Delegasi Indonesia mengapresiasi kerja keras tim Sekretariat UNFCCC yang sedang mempersiapkan gelaran COP 26 ini. Indonesia sangat serius mempersiapkan diri menjelang keikutsertaanya pada COP 26. Hal ini dibuktikan pada pertemuan kali ini, selain Menteri Siti Nurbaya hadir pula Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, Wakil Menteri Keuangan Suahazil Nazara, Wakil Menteri BUMN Pahala Mansyuri, Wakil Menteri LHK Alue Dohong, Duta Besar Indonesia untuk Jerman Arief Havas Oegroseno, Duta Besar Indonesia untuk Inggris Desra Percaya, dan juga National Focal Point Indonesia untuk UNFCCC Laksmi Dhewanti, juga para Dirjen dan Kepala Badan serta direktur dari empat kementerian tersebut.
Menteri Siti menjelaskan bahwa secara umum terdapat ekspektasi Indonesia terhadap penyelenggaran COP 26. Indonesia sangat berharap terselesaikannya Paris Rule Book melalui adopsi keputusan yang substansial, yaitu artikel 6 Perjanjian Paris. Indonesia juga memiliki harapan  mengenai substansi negosiasi, dimana Indonesia menginginkan agar kepentingan nasionalnya diakomodasi,...

Read More...
Hari Pers Nasional 2022: PWI Dukung Agenda Green Dan Mitigasi Iklim


Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya berdiskusi dengan Ketua Panitia Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 Auri Jaya,  di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta, Jumat (10/9). Diskusi berkaitan dengan agenda    peringatan Hari Pers Nasional (HPN ) tahun 2022 yang akan diselenggarakan di Sulawesi Tenggara (Sultra), yang puncak acaranya berlangsung pada 9 Februari 2022.
Dalam pertemuan tersebut Menteri Siti mengajak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam Peringatan Hari Pers Nasional 2022  dapat menggaungkan isu-isu kepedulian terhadap lingkungan hidup dan kehutanan melalui aksi-aksi lapangan, seperti: rehabilitasi mangrove, rintisan Program Kampung Iklim (Proklim), dan pelepasliaran satwa. Itu semua  mengarah pada upaya pembangunan hijau di Indonesia. 
“Jadi nanti kegiatan pro lingkungan di HPN 2022, bisa menjadi program PWI dan Kementerian LHK, yakni rehabilitasi mangrove, Kampung Iklim Wartawan, dan pelepasliaran satwa dilindungi di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai,” ujar Siti Nurbaya.
Isu penanggulangan perubahan iklim penting untuk digaungkan saat ini karena masyarakat dunia makin  merasakan akibat nyata dari krisis iklim, seperti bencana hidrometeorologis kebakaran hutan yang semakin sering terjadi di seluruh dunia. Menteri Siti ingin agar PWI dapat membantu menggugah kepedulian publik melalui penggaungan isu pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan kehutanan khususnya isu penanggulangan perubahan iklim.
Menanggapi hal tersebut, Auri Jaya mengatakan bahwa isu terkait lingkungan hidup akan menjadi salah satu tema peringatan HPN 2022, selain masalah masa depan wartawan di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan media.
“Masalah lingkungan hidup akan menjadi salah satu isu penting yang diangkat dalam peringatan HPN 2022 karena lingkungan hidup masih akan menjadi isu penting dan relevan dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Auri Jaya dalam pertemuan tersebut.
Auri Jaya dan Wakil Bendara Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Dar Edi Yoga pun...

Read More...
INAFOR 2021, Menteri LHK: Etika Riset Untuk Pembangunan Hijau RI


Pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan Indonesia memasuki era baru dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau dikenal dengan Omnibus Law. Sains, teknologi, dan standar instrumen, akan terus dikembangkan sebagai bagian penentu kemajuan masa depan lingkungan hidup dan kehutanan Indonesia dan juga dunia, yang lebih hijau (baik).
“Pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK), sebagai sebuah terobosan yang akan meningkatkan investasi dan meningkatkan kegiatan usaha, dengan tetap menjaga prinsip-prinsip wawasan lingkungan dan keberlanjutan,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya dalam sambutannya membuka The 6th International Conference of Indonesia Forestry Researchers (INAFOR) 2021 secara daring, Selasa, (7/9).
Menteri Siti melanjutkan jika UUCK menjadi dasar baru Pemerintah Indonesia untuk mengatur pembangunan ekonomi, meningkatkan investasi melalui proses perijinan yang lebih sederhana namun kuat, mendukung penelitian dan inovasi, melindungi usaha kecil dan menengah antara lain dengan pemerintah yang mencerminkan dukungan besarnya untuk petani kecil, penyelesaian konflik lahan/tenurial karena sengketa peraturan dan mempromosikan pengambilan keputusan-keputusan yang dilakukan secara integratif dan berwawasan lingkungan.
Untuk mendukung implementasi UUCK tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membangun instrumen baru berupa Badan Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BSILHK) yang disahkan pada Juli 2021 berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja KLHK. “Instrumen baru ini dapat mendukung pelaksanaan undang-undang dan mendorong manajemen yang lebih baik dengan berwawasan lingkungan di semua sektor termasuk di sektor kehutanan. Standar dan instrumen akan memandu pemangku kepentingan untuk bekerja dan beroperasi dalam arah yang sama yaitu dengan menyeimbangkan aspek ekonomi, lingkungan dan sosial dalam kegiatan pembangunan,” jelas Menteri Siti.
Untuk mempromosikan hasil kerjanya,...

Read More...
Menteri LHK Pra Sidang UN Environment Ke-5: Indonesia Kerja Keras Wujudkan Komitmen Atasi Sampah Plastik


“Indonesia, pada berbagai strata pemerintahan bekerja mewujudkan komitmen global dalam penanggulangan polusi plastik”. Demikian pernyataan penting Menteri LHK, Siti Nurbaya, ketika menjadi salah satu pembicara dalam acara High Level Dialogue, atas undangan United Nations Environmental Program (UNEP).
Kegiatan ini diselenggarakan secara virtual pada Kamis (02/09) dalam rangkaian kegiatan Ministerial Conference on Marine Litter and Plastic Pollution dipimpin oleh para convener dari Ekuador, Jerman, Ghana, dan Vietnam, dan diikuti oleh 40 pejabat setingkat menteri/wakil menteri bidang lingkungan hidup dan kehutanan, 16 duta besar, serta berbagai pemimpin entitas PBB dan lembaga internasional pemerhati lingkungan. 
Menteri Siti juga menjelaskan tentang langkah penanganan sampah laut, kehadiran Pusat Pengembangan Kapasitas Kebersihan Laut di Bali, tentang berlakunya Extended Producer Responsibility, dan telah dimulainya langkah pendekatan ekonomi sirkular. 
Indonesia mendukung langkah-langkah perundingan kerangka kerja global penanggulangan sampah laut dan polusi plastik yang sedang berlangsung.
Pertemuan ini bertujuan untuk menginisiasi platform negosiasi berdasarkan mandat United Nations Environment Assembly (UNEA) 3/7 dan 4/6, dari UNEA 3 dan UNEA 4 mengenai penanganan sampah laut dan mikro-plastik.
Lima poin penting yang diperhatikan untuk inisiasi platform negosiasi tersebut, yaitu bahwa proses negosiasi harus bersifat inklusif dan transparan, upaya peningkatan kapasitas dan pendampingan harus menjadi pilar kunci dalam kerangka kerja yang dibangun, target pengurangan sampah harus memperhatikan kemampuan dan kepentingan masing-masing negara, dan tidak kalah pentingnya bahwa kerangka kerja gobal harus dapat menjamin adanya tahapan transisi yang mulus dan inklusif menuju terbentuknya masyarakat tanpa plastik.
Dirjen PSLB3, Rosa Vivien Ratnawati, yang mendampingi Menteri LHK, pada Kamis malam menyampaikan beberapa capaian signifikan yang telah dilakukan Pemerintah. Sebagai contoh, respon Pemerintah Indonesia terhadap persoalan...

Read More...
Kerangka Kerja Biodiversitas Pasca 2020 untuk Kehidupan Baru


Bagi Indonesia, Post 2020 Global Biodiversity Framework (GBF) akan menjadi standar keberlangsungan hidup. Demikian pernyataan penting Menteri LHK, Siti Nurbaya, ketika menjadi salah satu pembicara dalam acara PreCOP Biodiversity 2021 – High Level Political Forum atas undangan Pemerintah Kolombia.

Kegiatan ini diselenggarakan secara virtual pada Senin (30/08) dalam rangkaian kegiatan Third Open Ended Working Group on Post 2020 Global Biodiversity Framework, dipimpin oleh Presiden Kolombia, Ivan Duque Marquez. Pertemuan ini diikuti oleh empat Kepala Negara dan 15 Menteri bidang lingkungan hidup dan kehutanan serta berbagai pemimpin entitas PBB dan lembaga internasional pemerhati keanekaragaman hayati.

"Sebagai rumah bagi lebih dari 490 ribu spesies di 19 tipe ekosistem dengan 74 tipe vegetasi, Indonesia mendukung langkah-langkah perundingan kerangka kerja biodiversitas yang sedang berlangsung. Indonesia menempuh tiga pilar sesuai tujuan Konvensi Keanekaragaman Hayati, yaitu konservasi, pemanfaatan berkelanjutan, akses dan pembagian yang adil serta seimbang atas sumber daya genetik," ujar Menteri Siti.

Pertemuan ini bertujuan untuk mempromosikan kerangka kerja global biodiversitas, integrasi dengan sektor produktif, pengembangan aliansi dan koalisi untuk keanekaragaman hayati dan pemulihan lingkungan, serta indikasi dukungan finansial dan kemitraan untuk pola pola baru secara global.

Lebih lanjut, Menteri Siti menekankan tiga poin penting yang diperhatikan pada forum tersebut yaitu bahwa target global harus terukur dan fleksibel, ada keseimbangan antara target dan perangkat pendukung pelaksanaannya, serta nilai minimum untuk semua target dan indikator yang dapat dimonitor, untuk dapat dicapai oleh negara-negara di dunia.

Dirjen KSDAE, Wiratno, yang mendampingi Menteri LHK, pada Selasa dini hari menyampaikan beberapa capaian signifikan yang telah dilakukan Pemerintah. Sebagai contoh, pada tingkat ekosistem, Pemerintah berhasil mempertahankan 51 juta hektar kawasan lindung, yang mencakup lebih dari 28%...

Read More...
Komisi IV DPR RI Dorong KLHK Perkuat Program Kemasyarakatan di Masa Pandemi


Menteri LHK Siti Nurbaya beserta jajaran KLHK dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) serta Direksi Perhutani dan Inhutani, mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IV DPR RI, Kamis (26/8). Raker tersebut membahas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat APBN TA.2020, Evaluasi Anggaran Tahun 2021, RKA K/L Tahun 2022, usulan program-program yang akan didanai oleh DAK berdasarkan kriteria teknis dari Komisi, dan isu-isu aktual bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Mengawali paparannya, Menteri Siti menyampaikan KLHK kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) atas Laporan Keuangan (LK) tahun anggaran 2020. Opini WTP ini merupakan yang keempat kali berturut-turut diperoleh KLHK sejak tahun 2017.

Lebih lanjut, berkenaan dengan antisipasi terhadap segala situasi menghadapi Covid-19, Menteri Siti menyampaikan arahan Bapak Presiden agar postur anggaran untuk tetap memakai asumsi kondisi sulit termasuk refocusing anggaran. Kebijakan ini dengan tetap berpegang pada sejumlah pakem, diantaranya mengedepankan prioritas nasional, dan menjaga agenda-agenda bersama masyarakat. Dengan begitu, dapat terjalin rasa saling membangun kepercayaan di tengah masyarakat bersama pemerintah. Selain itu, kegiatan yang dapat memperkuat daya beli masyarakat didahulukan, dan harus selaras dengan kegiatan-kegiatan menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.

“Saya menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang tinggi atas apresiasi, saran, arahan, dan catatan yang konstruktif dari Komisi IV DPR RI, serta akan kami perhatikan dan untuk menjadi tindak lanjut, terkait dengan program-program yang harus segera kita realisasikan. Saya sudah meminta Sekjen dan para Dirjen untuk segera merealisir kegiatan-kegiatan yang bersama masyarakat, termasuk bimbingan teknis, dialog, konsolidasi, dll. Saya minta Bulan September sudah harus riil dan jelas dilaksanakan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mengungkapkan kita semua menyadari Covid-19 belum dapat diprediksi...

Read More...
Progres Penanganan Permasalahan Hutan Adat dan Pencemaran Limbah Industri di Danau Toba


Penyelesaiaan permasalahan Hutan Adat dan Pencemaran Limbah di lingkungan Danau Toba terus mengalami kemajuan dan berjalan sesuai koridor tahapan/prosedur kerja yang digariskan. Hal tersebut diungkapkan Menteri LHK, Siti Nurbaya setelah mendengar laporan hasil monitoring yang disampaikan oleh jajaran Eselon I nya dalam Rapat Pimpinan Kementerian LHK yang dipimpinnya pada Selasa (24/8), di Jakarta.

Berdasarkan kelengkapan data dan informasi serta kemajuan telaahan yang dilakukan, telah diterbitkan 5 (lima) unit SK Pencadangan Hutan Adat oleh Menteri LHK untuk wilayah adat Bius Buntu Raja, Golat Simbolon, Huta Sigalapang, Nagahulambu dan Tombak Haminjon, dengan luas total 7.551 Ha. Selanjutnya juga saat ini tengah disiapkan konsep SK Menteri LHK tentang Pencadangan Hutan adat bagi 18 wilayah Masyarakat Hutan Adat, yang terletak di Kabupaten Toba (6 lokasi), Kabupaten Tapanuli Utara (10 lokasi) serta lintas Kabupaten (Toba dan Tapanuli Utara) sebanyak 2 lokasi.

Progres penerbitan SK Pencadangan Hutan Adat di sekitar Danau Toba ini menjawab usulan Hutan Adat yang diajukan oleh AMAN, BRWA, dan KSPPM yang berjumlah 31 lokasi dengan total luas 43.068 hektar. Dari jumlah tersebut seluas 18.961 Ha  (44%) berada di dalam areal kerja PT. Toba Pulp Lestari (TPL), dan 24.107 Ha (56%) berada di luar areal kerja PT. TPL.

“Tim Terpadu Penanganan Hutan Adat agar mulai disiapkan untuk melakukan verifikasi teknis di lapangan. Kegiatan verifikasi diprioritaskan pada areal Hutan Adat yang telah tercantum dalam SK Pencadangan Hutan Adat, maupun terhadap areal usulan Hutan Adat yang akan diterbitkan SK Pencadangannya,” ujar Menteri Siti.

Pada Rapat pimpinan yang juga dihadiri oleh Wakil Menteri LHK Alue Dohong, Penasehat Senior Menteri, Pejabat Eselon I dan Eselon 2 terkait terungkap jika, tuntutan masyarakat sekitar Danau Toba yang diwakili oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak, Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA), dan Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) yang meminta pengakuan hutan adat...

Read More...
Tradisi Baru, Menteri LHK Sampaikan Penghargaan Pejuang Lingkungan dan Kehutanan


Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya dengan mata yang berkaca-kaca menyaksikan tayangan profil rekan-rekannya dalam pelestarian lingkungan hidup dan kehutanan, yang telah terlebih dahulu wafat. Dalam acara “Doa untuk Sahabat dan Penghargaan kepada Pejuang Lingkungan Hidup dan Kehutanan” pada Kamis, (19/08/2021), Menteri Siti beserta seluruh jajaran pejabat Kementerian LHK mengenang dan mendoakan para aktivis, pejuang dan inovator lingkungan hidup dan kehutanan.

Beberapa pejuang lingkungan tersebut adalah:
(1) Emmy Hafild, Aktivis Lingkungan Hidup (1958-2021);
(2) MS Zulkarnaen, Aktivis Lingkungan Hidup (1955-2019);
(3) Chairil Syah, Aktivis Lingkungan Hidup (1962-2021);
(4) Hapsoro, Aktivis Lingkungan Hidup (1971-2012);
(5) Den Upa Rombelayuk, Aktivis Lingkungan Hidup dan Kehutanan (1945-2019);
(6) Kus Saritano, Aktivis Kehutanan (1973-2016);
(7) Agung Nugraha, Aktivis Lingkungan Hidup dan Kehutanan (1969-2021);
(8) Dedi Mawardi, Aktivis Lingkungan Hidup dan Kehutanan (1963-2021);
(9) Maman Suparman, Inovator Lingkungan Hidup dari Penyuluh Lingkungan (1950-2021);
(10) Linawati Harjito, Inovator Lingkungan Hidup dari Akademisi (1962-2021);
(11) R. Noto Sukoco, Inovator Lingkungan Hidup, Pencipta Lagu Mars Rimbawan; dan
(12) Yahya Bahram, Inovator Lingkungan Hidup, Pencipta Lagu Mars Rimbawan.

“Sahabat-sahabat kita keduabelas pejuang lingkungan hidup dan kehutanan yang hebat ini, baik sebagai aktivis maupun inovator secara konsisten, tanpa kenal lelah mendedikasikan komitmen dan hidup mereka untuk menjaga bumi, memperjuangkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, hutan yang lestari, serta kemajuan demokrasi lingkungan di Indonesia,” ungkap Menteri Siti.

Atas kerja dan jasa-jasa para pejuang lingkungan tersebut, Kementerian LHK memberikan penghargaan dan apresiasi yang akan disampaikan kepada ahli waris atau keluarga terdekat. Menteri Siti mengharapkan, doa bersama untuk para sahabat/aktivis lingkungan hidup dan kehutanan, serta pemberian...

Read More...
KLHK Berikan Penghargaan Pemenang Lomba dan Apresiasi Teladan Wana Lestari Tahun 2021


Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan penghargaan bagi Pemenang Lomba dan Apresiasi Wana Lestari Tahun 2021 di Jakarta. Mengingat situasi pandemi Covid-19 acara tahunan kali ini diselenggarakan secara virtual melalui telekonferensi, (19/8/2021).

Lomba Wana Lestari diselenggarakan sebagai suatu metode penyuluhan yang dilaksanakan untuk menilai prestasi perorangan, kelompok atau aparatur pemerintah dalam memberdayakan dan mengubah perilaku masyarakat di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Sedangkan Apresiasi Wana Lestari merupakan penilaian prestasi yang dicapai berdasarkan inisiatif dan partisipasi dalam pelaksanaan tugas di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menyerahkan penghargaan kepada para pemenang secara virtual. Menteri Siti dalam sambutannya mengharapkan para pemenang untuk terus menjadi suri tauladan dan penggerak masyarakat agar lebih berdaya dan mandiri untuk mencapai kesejahteraan bersama.

“Saya mengharapkan para peraih penghargaan senantiasa bekerja cerdas, mampu mengembangkan inisiatif, meningkatkan kompetensi, memperluas dan meningkatkan kualitas karya nyata di bidang masing-masing. Kemudian, teruslah menumbuh kembangkan jejaring kerja, berkolaborasi serta bersinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan di tingkat tapak,” harap Menteri Siti.

Pada tahun 2021 ini, terdapat 8 (delapan) kategori Lomba Wana Lestari, serta 4 (empat) kategori Apresiasi Wana Lestari, yang dilaksanakan. Para pemenang dan teladan Lomba Wana Lestari sebanyak 33 pihak dengan rincian sebagai berikut:
(1) Penyuluh Kehutanan PNS (PK PNS), 6 orang;
(2) Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM), 6 orang;
(3) Kelompok Tani Hutan (KTH), 6 kelompok;
(4) Kader Konservasi Alam (KKA), 3 orang;
(5) Kelompok Pencinta Alam (KPA), 3 kelompok;
(6) Pemegang Ijin Usaha Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (IUPHKm), 3 pengelola;
(7) Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD), 3 pengelola; Read More...

 
Powered by